my iklan

Selasa, 26 Mei 2009

MOTIVASI BELAJAR

Untuk apa anda belajar fisika ?

* Saturday Nov 22,2008 10:57 PM
* By san
* In Motivasi belajar

Ketika sedang asyik menulis materi fisika, tiba-tiba pertanyaan ini mucul dalam pikiran saya. Akhirnya saya tertarik sekali untuk menuangkan beberapa pemikiran sederhana sebagaimana seperti yang anda baca saat ini. Sejauh ini apa motivasi anda untuk belajar fisika ? untuk apa menghabiskan waktu anda untuk belajar fisika ? Cobalah diam dan berpikir sejenak… jawablah dengan jujur kepada diri sendiri. Setiap jawaban yang anda berikan menggambarkan motivasi pribadi dan tentu saja sangat menentukan hasil belajar anda.

Mengapa harus ada pertanyaan seperti ini ? sadar atau tidak, setiap pagi pasti anda harus pergi ke sekolah. Setelah kegiatan belajar selesai, siang hari-nya kembali lagi ke rumah. Mungkin semua kegiatan sehari-hari banyak dihabiskan dengan segala urusan yang berbau sekolah. Ini sudah dilakukan sejak anda masih TK atau SD dan berlanjut terus hingga sekarang. Jadi sudah menjadi hal yang biasa. Tapi apakah anda sadar, untuk apa melakukan semuanya itu ? Jika tidak pernah mengajukan pertanyaan ini, maka saran dari gurumuda sebaiknya segera dilakukan. Coba duduk diam sesaat, mungkin malam hari sebelum tidur dan bertanyalah pada diri sendiri : “untuk apa saya sekolah ? untuk apa saya harus repot2 belajar fisika ?”. Setiap jawaban yang anda berikan akan mempengaruhi dan menggambarkan kondisi belajar anda saat ini… tanpa anda sadari.

Apakah anda belajar fisika karena di suruh oleh orangtua ?. Ayah dan ibu memaksa saya untuk belajar fisika biar masuk IPA. Dengan masuk IPA, saya bisa kuliah di jurusan yang bagus setelah menamatkan SMA. Hahaha…. Apabila ini jawaban anda, berhentilah menipu diri sendiri. Hidup ini anda yang jalani, bukan kedua orang tua anda. Kita sangat berdosa ketika bakat dan kemampuan yang telah Tuhan berikan disia-siakan. Untuk apa harus pusing-pusing belajar fisika kalau anda sangat tertekan, sulit sekali memahami materi fisika… maksudnya anda tidak punya bakat dan kemampuan di situ…. tapi sebenarnya mungkin anda punya suara yang sangat merdu atau punya kemampuan berbicara yang luar biasa. Saran dari gurumuda, jika anda belajar fisika karena disuruh oleh orangtua, segera banting setir dan putar haluan anda. Untuk apa belajar fisika sambil tertekan ? bukankah itu merupakan keinginan orang lain, sekalipun ayah dan ibu sendiri ?

Apakah anda belajar fisika hanya untuk memperoleh nilai ulangan yang baik ? Biar bisa lulus ujian sekolah, lulus Ujian Nasional dan masuk Perguruan Tinggi Negeri favorit ? jika ini jawaban anda, pikirkanlah kembali… Apabila tujuan anda hanya untuk memperoleh nilai yang baik, maka cara singkat dan cepat bisa anda tempuh… nyontek, sistem belajar SKS (sistem kebut2an semalam), hafal rumus super cepat bisa saja terjadi. Bukankah anda ingin belajar fisika untuk mmperoleh nilai yang baik atau lulus ujian nasional ? fokus belajar anda mungkin hanya untuk menyelesaikan soal-soal. Memang tidak salah, tapi memperoleh nilai yang baik sebenarnya hanya merupakan akibat yang harus kita terima, bukan tujuan utama kita belajar. Ini sangat berbeda …

Adik2ku yang cakep, imut, gaul dan nakal2… sudahkah menemukan alasan mengapa anda belajar fisika ? sadarilah… kita belajar bukan hanya untuk mengejar nilai yang baik. Percuma kita memperoleh nilai yang baik tapi setelah itu apa yang kita pelajari dengan cepat lenyap dari pikiran… nilai yang baik hanya akibat yang harus kita terima karena ketekunan belajar. Tapi lebih dari itu, kita belajar untuk memahami apa sesungguhnya fisika. Apa yang dapat saya peroleh dan saya manfaatkan dalam kehidupan setelah menghabiskan banyak waktu, tenaga dan uang untuk belajar fisika… fisika itu luar biasa. Temukanlah setiap hal dalam ilmu fisika yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan. Sadar atau tidak, anda bisa menggunakan handphone karena fisika… lampu listrik yang menerangimu setiap malam ada karena fisika. Siaran televisi atau radio juga tidak akan pernah ada jika tidak ada fisika. Tanpa fisika, komputer dan internet yang anda gunakan saat ini takkan pernah ada. Anda akan kepanasan di siang hari karena tidak ada AC. Pesawat terbang yang mungkin pernah anda tumpangi juga tidak akan pernah ada… terlalu banyak teknologi, baik yang sederhana maupun modern yang dirancang dengan bantuan konsep-konsep dasar fisika. Fisika itu indah, fisika sangat dekat dengan kehidupan kita, ia telah membuat hidup kita menjadi lebih mudah dan nyaman… cintailah fisika dan belajarlah fisika dengan cara yang benar… pahamilah konsep-konsep dasar fisika… mulailah dari yang dasar untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa. Selamat belajar fisika dengan cara yang benar :)



Tips belajar Fisika ala gurumuda

* Saturday Nov 15,2008 10:21 AM
* By san
* In Motivasi belajar

Dilakukan secara berurutan ya….

1. Pahami Konsep

Ini syarat utama dan tujuan kita belajar fisika. Konsep itu apa ? coba baca materi fisika di blog ini. Penjelasan panjang lebar dan bertele-tele mengenai suatu pokok bahasan itu adalah konsep (yang bukan rumus). Sederhananya seperti itu… ingat ya, ibarat perang, konsep itu amunisi alias peluru dkk… kalau anda tidak punya amunisi, anda pasti kalah. Kalau anda belum paham konsep, anda belum belajar fisika. Dan tentu saja anda akan kalah dalam pertempuran melawan soal-soal fisika.

2. Pahami penurunan rumus

Coba pahami bagaimana suatu rumus diturunkan. Contoh : rumus Energi Potensial EP = mgh itu asalnya dari mana ? Semuanya telah saya jelaskan di setiap materi fisika yang dimuat di blog ini… sekali lagi, saya meminta anda memahami proses penurunan rumus. bukan menghafal… tujuannya agar anda tahu dari mana asal rumus tersebut.

3. JANGAN HAFAL RUMUS

Sebaiknya anda jangan menghafal rumus, apapun itu. Memang kadang kepada anda tidak dijelaskan konsep fisika dengan baik, tapi hanya disodorkan rumus. Secara tidak langsung anda disuruh menghafal rumus. anda kena batu ketika menemukan soal yang tidak cocok dengan satu rumus pun. Padahal anda punya banyak koleksi rumus. Saya menulis berdasarkan pengalaman saya selama bergulat dengan fisika sejak SMP. Kalau anda mau belajar fisika dengan saya, patuhi aturan emas ini. Jangan Hafal Rumus ! percuma anda hafal rumus tapi tidak mengerti konsep fisika… Rumusnya dipahami saja.

4. Sering kerjakan latihan soal

Mengapa saya meminta anda mengerjakan latihan soal sesering mungkin ? Kalau anda sering mengerjakan soal fisika, dengan sendirinya rumus diingat. Anda juga semakin memahami konsep fisika. Ingat waktu pertama kali belajar naik sepeda atau sepeda motor ? rasanya sulit sekali… bahkan mungkin jatuh berulangkali… sama saja dengan fisika. Jika anda sering latihan soal, jam terbang anda makin tinggi. Kerjakan soal dari yang termudah ya.. setelah soal yang mudah ditaklukan, baru lanjut ke soal yang sulit.


Fisika itu asyik ? masa sich….

* Friday Oct 10,2008 04:09 PM
* By san
* In Motivasi belajar

By : GuruMuda

Kata anak tetangga di sebelah kanan kos-ku, fisika itu asyik. Itu kata-nya. Sedangkan seorang teman kuliah, senasib dan sepenanggungan yang setiap hari mendekam di balik tumpukan “kitab suci” fisika, mengatakan fisika itu ilmu yang sangat sulit dan membosankan. Itu kata-dia, padahal setiap hari ketagian dengan dikat kuliah yang ketebalannya tidak dapat diukur dengan jangka sorong atau mikrometer sekrup. Fisika itu asyik ? fisika itu sulit dan membosankan ? seperti eyang Einstein dalam teori Relativitasnya, ijinkan saya mengatakan bahwa asyik dan tidaknya fisika, sulit atau membosankan, semuanya adalah relatif. Silahkan dibaca terus tulisan yang compang camping ini. Ehm.. ehm…

Selama ini banyak pelajar dan mantan pelajar sekolah menengah “sangat ketakutan” jika guru fisika sudah menampakan dirinya dibalik pintu kelas. Wah, fisika lagi… mungkin ini salah satu keluhan yang tidak keluar dari mulut mereka. Hal ini sangat dimaklumi karena fisika selama ini diidentikan dengan rumus-rumus yang selalu membuat dahi berkerut. Ketika masih belajar di sekolah menengah, penulis termasuk salah seorang siswa yang sangat membenci fisika. Beberapa teman bahkan sering “sakit-sakitan” karena fisika. Sebelum pelajaran fisika dimulai, biasanya penyakit mereka kambuh. Kebencian “kami” memuncak ketika guru mulai memenuhi papan tulis dengan rumus-rumus atau latihan soal di awal jam pelajaran, disertai ceramah membosankan, yang kadang membuat perut kembung, sehingga terpaksa harus minta ijin ke depan.

Fisika itu pelajaran yang sangat asyik dan tentu saja menyenangkan. Ini kata saya, tapi sekali lagi, semuanya relatif. Mengapa asyik dan bahkan menyenangkan ?

Sebagai manusia, semua orang pasti pernah melewati masa kecil. Sekarang, mari kita ingat kembali kenangan masa lalu yang kadang membahagiakan dan terkadang pula tidak ingin dirindukan. Ketika masih kecil, biasanya kita sangat tertarik dengan segala sesuatu yang berada disekeliling kita. Kadang kita selalu ingin mempertanyakan hal-hal yang ada disekeliling kita, sehingga para filsuf mengatakan, setiap manusia adalah seorang filosofis. Keingintahuan yang begitu besar tentang fenomena alam atau peristiwa sehari-hari yang terkait ilmu fisika biasanya ditanyakan kepada ayah, ibu atau saudara kita. Masalahnya keluarga dekat kita sebagian besar bukan fisikawan atau orang yang memahami fisika dengan baik. Pa, itu apa ya ? tanya roni, misalnya. sang Ayah menjawab, itu lampu listrik sayang… pa, lampu listrik kok nyala ya ? iya…. Bingung, kalo ditanyain lagi, gumam sang ayah dalam hati. Pa, kenapa lampu listriknya nyala ? Papa lagi sibuk ni sayang, main sama ibu aja ya…. Mungkin saja ini salah satu jawaban terbaik sang ayah, karena tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan anaknya. Wah, bakat seorang calon fisikawan perlahan-lahan dikerdilkan. Ini hanya salah satu contoh. Pernah mengalami ? dijawab dalam hati ya… ehm.. ehm…

Ketika mulai belajar di bangku sekolah, bapak dan ibu guru fisika setiap hari selalu menghadirkan rumus-rumus fisika yang aduhai, sedangkan konsep-konsep fisika jarang sekali di jelaskan. Penurunan rumus juga mungkin kurang dijelaskan dengan baik, sehingga siswa terpaksa menghafal rumus-rumus tersebut, tanpa memahami dengan baik dari mana asal rumus yang dihafal.

Apa yang terjadi kemudian ?

Fisika semakin dibenci dan dianggap momok yang kurang menyenangkan. Pemahaman konsep fisika pada diri siswa menjadi sangat lemah. Rumus-rumus yang sering dihafal selama semalam suntuk untuk persiapan ujian keesokan harinya (biar dapat nilai A+), akhirnya hilang tak berbekas setelah seminggu.

Apa yang dicapai dalam pembelajaran fisika ? mungkin hanya nilai A+ sebagai penghibur hati, bekal melanjutkan sekolah atau kuliah di perguruan tinggi berkelas.

Fisika itu sulit ? Ya…. Bagi sebagian orang yang kemampuan finansialnya pas-pasan. Maksud penulis kemampuan intelektual. Apakah fisika itu sulit ? kok ditanya lagi. Ilmu fisika itu obyek yang dipelajari. Sebagai obyek, sulit atau tidaknya sangat tergantung bagaimana seorang pengajar fisika meramu materi sedemikian rupa sehingga tampak menarik minat para siswa (dan mahasiswa). Ketika ada minat dan keinginan yang kuat untuk mengetahui sesuatu, kesulitan dengan sendirinya kabur…

Faktor menarik sebenarnya sudah dimiliki oleh ilmu fisika karena Fisika merupakan ilmu yang menjelaskan berbagai peristiwa alamiah yang dilihat atau diamati dalam kehidupan sehari. Selain itu keindahan fisika sebenarnya terletak pada konsep, yang selama ini sering ditelantarkan. Dengan memahami konsep secara baik (dan benar), kita dapat menjelaskan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan ilmu fisika. Dengan memahami konsep secara baik dan benar, rumus-rumus yang katanya sulit dengan sendirinya akan pahami dengan mudah.

Inti belajar fisika adalah belajar konsep. Keindahan fisika juga terletak pada konsep. Apabila konsep fisika disajikan dengan menarik, misalnya dipadukan dengan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari atau fenomena alam, dan proses pembelajarannya juga didukung dengan media yang tepat, mungkin setiap hari para siswa akan selalu merindukan pelajaran fisika. Dan penyakit-penyakit mingguan seperti perut kembung, diare, pusing dan kawan-kawan akan tinggal kenangan…. Ehm..ehm… sekian dan terima kasih atas perhatian anda. Sampai jumpa di episode berikutnya.

Terima kasih untuk bapak dan ibu guru fisika yang selama ini telah mengajarkan fisika di kelas. Karena jasamu, saat ini saya ingin menjadi guru fisika.


Tips Jenius Fisika Dalam Sekejap

* Friday Oct 10,2008 03:58 PM
* By san
* In Motivasi belajar

Tips ini saya tulis untuk adik-adik pelajar sekolah menengah yang merasa bahwa fisika itu sulit dan merupakan pelajaran yang menyebalkan. Di awal tulisan ini, saya ingin mengatakan bahwa Fisika adalah pelajaran yang gampang dan menyenangkan. Tidak percaya ? buktikanlah tips berikut ini dan anda akan merasa ketagihan belajar fisika :)

Amatilah segala sesuatu di sekitar anda

Amatilah segala sesuatu di sekitar anda, apa pun itu. Sekali lagi, saya meminta anda untuk mengamati, bukan melihat. Mengamati berarti melihat dengan pikiran dan perasaan, bukan hanya sekedar menatap sepintas. Amatilah pohon-pohon di sekitar anda, dari warna dedaunan yang hijau hingga buahnya yang ranum dan mengundang selera. Amatilah segala sesuatu yang ada di dalam rumah anda, dari kamar pribadi, dapur hingga kamar rekreasi keluarga. Ketika berangkat ke sekolah, amatilah motor kesayangan anda, juga mobil-mobil di jalan raya. Ketika mandi di kolam renang, coba amati orang-orang yang berenang atau bahkan anda juga bisa mengamati diri sendiri sambil berenang. Pada malam air, cobalah menatap ke langit, nikmatilah indahnya cahaya bintang sambil mengamati dengan saksama. Ketika memasak di dapur, amatilah setiap proses yang anda saksikan, demikian juga ketika memanaskan air atau bahkan hanya merebus mi sedap kesukaan anda. Ketika mobil atau motor anda rusak dan terpaksa harus digiring ke bengkel, amatilah segala sesuatu yang terjadi di sana. Intinya, amatilah dengan saksama segala sesuatu yang terjadi di sekeliling anda atau yang anda jumpai.

Bertanyalah kepada diri sendiri

Setelah puas mengamati segala sesuatu yang ada di sekeliling anda, cobalah bertanya dalam hati, mengapa ….. ? bagaimana ………. ? bertanyalah kepada diri sendiri. Misalnya ketika anda berada di kolam renang, cobalah bertanya, mengapa orang itu tidak tenggelam ? batu yang mungkin sangat kecil saja tenggelam, lalu mengapa orang tersebut (atau saya) tidak tenggelam ?

Ketika berada di dapur, sambil memasak atau mungkin anda hanya sekedar mengamati ibu atau pembantu memasak makanan, cobalah untuk mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri, mengapa air yang dipanaskan mendidih dan menjadi panas ? bagaimana hal itu terjadi ?

Atau ketika berada dibengkel, cobalah bertanya, mengapa mobil bisa terangkat hanya dengan alat tersebut ? bagaimana cara kerja alat tersebut ?

Ketika sedang mengendarai motor, amatilah speedometer dan cobalah bertanya, mengapa jarum speedometer berubah-ubah ketika laju motor saya berubah-ubah ? bagaimana cara kerjanya ? mengapa motor bisa bergerak ? mengapa klaskson bisa berbunyi ketika tombolnya ditekan ?

Ketika sedang berada di rumah pada malam hari, amatilah lampu listrik yang menerangi ruangan kamar anda. Mengapa lampu listrik menyala ? ketika menonton tv, bertanyalah, bagaimana sehingga saya bisa melihat gambar bergerak dan mendengar suara di televisi ? bagaimana hal itu bisa terjadi ?

Ketika hendak menelpon pacar anda atau hanya sekedar sms, bertanyalah, mengapa sms bisa terkirim ? mengapa pacar saya bisa mendengar suara saya ? bagaimana menjelaskannya ?

Amatilah pohoh atau bunga di sekitar anda, mengapa daunnya berwarna hijau, bukan hitam ? mengapa segala sesuatu di sekitar saya berwarna-warni ? warna itu apa sich ?

mengapa saya hanya bisa melihat ketika ada cahaya, sedangkan pada malam yang gelap tidak ?

cobalah bertanya kepada diri anda dengan mempersoalkan apa saja yang anda amati.

Anda tidak dapat menjelaskan semua hal tersebut ? mengapa tidak bertanya kepada ilmu fisika ? Fisika dengan mudah menjelaskan semuanya…. Tidak percaya ? teruskan membaca tips berikutnya….

Bertanyalah kepada buku-buku fisika, guru fisika anda atau MaS google (internet).

Pelajarilah buku-buku fisika, cobalah bertanya kepada guru fisika anda atau jika guru belum bisa menjawab, cobalah bertanya kepada om google. Ketikan pertanyaan anda + enter, maka google akan membimbing anda untuk menemukan jawabannya.

Pelajarilah konsep fisika di sekolah

Pahamilah konsep-konsep fisika selama pembelajaran fisika di kelas. Jika guru anda hanya menjelaskan rumus-rumus atau selalu mengajarkan anda untuk menyelesaikan soal hitungan, cobalah untuk mempelajari konsep fisika dari buku-buku fisika. Sekali lagi, pelajarilah konsep terlebih dahulu konsep fisika dan pahami maknanya. Kaitkanlah pelajaran fisika dengan pertanyaan-pertanyaan yang anda ajukan tadi, lalu berusahalah menemukan jawabannya.

Jika memahami dengan baik konsep-konsep fisika, anda akan dengan mudah menjawab semua pertanyaan tadi. Kadang, satu konsep saja tidak cukup. Anda harus memahami beberapa konsep. Misalnya ketika anda bertanya, mengapa ada petir di musim hujan ? bagaimana terjadinya petir ? untuk menjelaskannya, anda harus memahami konsep-konsep listrik statis. Untuk itu anda coba mempelajarinya lalu cobalah untuk menjawab pertanyaan anda tadi.

Ingat, jika anda sudah memahami konsep-konsep fisika dengan baik dan benar, rumus-rumus akan dengan mudah anda pahami. Serius…. :) Jadi jangan rumusnya duluan rumus yang dipelajari, tetapi konsep-konsepnya.. Nah, mulailah dengan mempertanyakan segala sesuatu di sekitar anda untuk memicu belajar konsep fisika.

Sekali lagi, mulailah dengan konsep. Konsep itu apa ? cobalah baca modul belajar fisika yang gurumuda tulis di blog ini. Lihat di pelajaran fisika SMA, bagian Categories. Baca salah satu pokok bahasan. Misalnya perpindahan, kecepatan dan percepatan. Penjelasan panjang lebar mengenai perpindahan atau kecepatan (yang bukan rumus), itu adalah konsep-konsep…. Sederhananya seperti itu.

Lakukanlah eksperimen

Jika pertanyaan anda membutuhkan pembuktian kecil2an melalui eksperimen, silahkan melakukan percobaan alias eksperimen. Mungkin eksperimen kecil-kecilan dahulu untuk menemukan jawaban atas pertanyaan anda. Jika belum puas, cobalah melakukan eksperimen yang lebih besar. Sekali lagi kalau anda bingung, tanyalah ke buku, guru fisika atau internet. :)

Jika anda melakukan tips di atas, anda mirip eyang Albert Einstein ;), kakek Newton dan lain-lain. Bukan rambutnya yang mirip, tetapi cara belajarnya. Cara belajar ilmuwan alias fisikawan seperti itu. Awalnya bertanya karena ada masalah, baik masalah itu mereka munculkan sendiri (dengan bertanya kepada diri sendiri) atau persoalan tersebut sudah ada sebelumnya namun belum dipecahkan, setelah itu ilmuwan mencoba menemukan jawabannya, baik dengan mempelajari konsep fisika yang berkaitan, menguasai kemampuan matematika dan juga melakukan eksperimen alias percobaan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut. Ilmuwan juga bisa mengajukan teori baru jika teori lama tidak sesuai dengan hasil yang mereka temukan. Serius benget bacanya, hehe…….. :)
Keep it simple…. Sesederhana itu fisika, tidak serumit yang anda bayangkan. Intinya belajar ya seperti itu…………


Miskin dan Tidak Pintar bukan alasan untuk tidak suskes

* Tuesday Oct 7,2008 12:18 PM
* By san
* In Motivasi belajar

Prof. Masatoshi Koshiba (Jepang) dan Prof. Daniel Chee Tsui (China) adalah dua fisikawan peraih nobel fisika yang memiliki latar belakang kehidupan yang unik. Ketika Koshiba masih belajar di sekolah menengah, seorang gurunya mengatakan bahwa Koshiba tidak mungkin bisa belajar fisika karena ia selalu mendapat nilai merah. Sedangkan Prof. Tsui adalah orang China ndeso dan kedua orang tuanya juga buta huruf. Desa kelahirannya selalu dilanda bencana kelaparan, banjir dan peperangan. Lalu mengapa nasib yang tidak menguntungkan tersebut membuahkan kesuksesan bagi mereka ? Tulisan ini GuruMuda tujukan bagi adik-adik pelajar sekolah menengah yang merasa kemampuan otaknya pas-pasan, apalagi sampai sering mendapat nilai merah; juga bagi kita yang berasal dari keluarga miskin, apalagi orangtua buta huruf alias tidak bisa membaca dan menulis. Selamat membaca sambil merenung… semoga kita termotivasi untuk mengikuti jejak mereka. Sukses adalah milik kita semua, mengapa koshiba dan Tsui bisa, kita tidak ? khan sama-sama punya kepala, kaki dan tangan, darah sama-sama merah. Bedanya diriku agak hitam, dirimu mungkin agak putih dan eyang Koshiba dan Tsui kulitnya putih + agak sipit ;)

Eyang Masatoshi Koshiba lahir di kota Toyohashi, Jepang, pada tanggal 19 September 1926. Pada mulanya ia bercita-cita masuk militer mengikuti jejak ayahnya atau menjadi musisi, karena ia sangat menyukai musik. Cita-citanya masuk militer gagal karena sebelum mengikuti tes ia menderita sakit Polio. Tetapi mengapa ia memilih untuk menekuni ilmu fisika, bukannya menjadi musisi ? seandainya Koshiba di Indonesia, mungkin ia akan memilih menjadi musisi, khan jadi terkenal dan punya banyak uang, tiap hari konser + punya sekampung fans… Koshiba memilih menjadi fisikawan, karena gurunya mengatakan bahwa ia tidak mungkin bisa belajar fisika. nilai raportnya penuh dengan nilai-nilai berwarna merah ;) karena merasa diangap rendah oleh gurunya, Koshiba lalu melepaskan keinginannya menjadi musisi dan memutuskan untuk menekuni ilmu fisika di Universitas Tokyo. Lagi-lagi, sial menimpa dirinya… nilai hasil belajar yang kurang memuaskan selalu menyertai langkah hidupnya ketika belajar di Universitas Tokyo. Koshiba tetap ngotot untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi karena ia yakin bisa menguasai ilmu fisika. Padahal nilainya sering jeblok ;) ketika kuliah di jepang, Koshiba juga sambil bekerja untuk meringankan beban hidup keluarganya. Setelah menamatkan kuliah di Universitas Tokyo, ia nekat pergi ke Amerika Serikat hanya untuk belajar fisika. Nekat banget nih orang, banyak nilai merah tapi masih ngotot… sebagaimana tradisi yang masih berlanjut hingga sekarang, dia juga diharuskan membawa surat rekomendasi dari salah satu dosennya di Tokyo. Tahukah dirimu apa yang ditulis dosen tersebut ? “nilainya selalu kurang memuaskan…. Tetapi dia tidak bodoh….” Dengan semangat yang menggebu-gebu dan penuh perjoeangan + kerja keras yang luar biasa, Koshiba berhasil memperoleh gelar Doktor di University of Rochester. Mengerikan…. Sering mendapat nilai merah tetapi berhasil menjadi Doktor… fisika lagi…

Setelah berjoeang di Amerika serikat, Koshiba kembali ke Jepang dan setelah beberapa tahun mengajar dan melakukan riset, ia diangkat menjadi Profesor di Universitas Tokyo… Dahulu kala, di kampus tersebut ia sering mendapat nilai yang kurang memuaskan… ternyata ia menjadi profesor di tempat yang sama… aneh bin ajaib. Rupanya gelar profesor belum cukup bagi Koshiba. Mungkin beliau masih merasa sakit hati dengan ucapan gurunya dan mungkin juga dosennya, sehingga ia tetap bekerja keras dan tetap dalam perdjoeangan melakukan riset… Puncak prestasinya pun tiba… ia dinobatkan menjadi fisikawan peraih Nobel Fisika pada tahun 2002, penghargaan yang sangat bergengsi bagi para fisikawan di seluruh pelosok bumi. Nobel Fisika adalah hadiah Prof. Koshiba yang paling indah untuk guru dan dosennya yang pernah menganggap dirinya tidak mampu… mengapa ia bisa kita tidak ?

Dari Jepang, mari kita jalan-jalan ke China.

Prof. Daniel Chee Tsui lahir pada tanggal 28 Februari 1939 di sebuah desa kecil, Provinsi Henan, China. Ayah dan ibunya buta huruf dan mereka juga tinggal di desa yang selalu dilanda bencana banjir, kekeringan dan perang. Walaupun buta huruf, ayahnya sangat ingin Tsui sukses, sehingga pada tahun 1951 ayahnya mengirim Tsui ke Hongkong. Setelah lulus sekolah dasar, Tsui melanjutkan ke sekolah menengah Pui Ching, Kowloon, Hongkong, sebuah sekolah menengah yang sangat terkenal di Hongkong. Luar biasa orang tua beliau… karena kejeniusan dan kerja kerasnya yang luar biasa, Tsui berhasil mendapat beasiswa ke Amerika Serikat. Setelah Lulus dari Augustana College, Tsui melanjutkan kuliahnya ke University of Chicago dan berhasil meraih gelar doktor pada tahun 1968.

Setelah berhasil meraih gelar doktor, Tsui melakukan riset di Bell Laboratories, New Jersey. Dengan tekun dan kerja keras, ia berhasil menemukan material baru dimana elektron dapat bergerak dipermukaannya tanpa gesekan. Penemuannya ini sekarang digunakan untuk pembuatan chip-chip komputer yang merupakan peralatan utama untuk era teknologi canggih saat ini. Penemuannya tersebut membuatnya memperoleh penghargaan nobel fisika pada tahun 1998. Beliau adalah Profesor teknik elektro pada Princeton University dan menjadi pembimbing Oki Gunawan, Ph.D, mahasiswa Indonesia yang pernah memperoleh medali perunggu pada Olimpiade Fisika Internasional tahun 1993, saat Indonesia pertama kali mengikuti kejuaraan bergengsi tersebut. Kemiskinan dan kemelaratan ternyata tidak membuatnya mundur dan menjadi alasan terbaik untuk tidak sukses… bagaimana dengan kita ?

Sukses yang mereka peroleh adalah hasil kerja keras dan penuh perjoeangan… kemampuan otak yang pas-pasan tidak menjadi alasan bagi Koshiba untuk gagal. Orang tua yang miskin juga tidak menjadi alasan bagi Tsui untuk mundur. Mari kita belajar dari kedua fisikawan kelas kakap ini. Apakah dirimu merasa sering mendapat nilai merah ? kenangkanlah Koshiba di manapun dirimu berada. Atau dirimu juga berasal dari keluarga yang penuh penderitaan dan kemelaratan ? ingatlah Prof. Tsui… pintar saja tidak cukup, demikian kata Prof. Tsui… harus tekun dan tetap kerja keras sampai sukses. Apapun bidang yang engkau sukai dan akan atau sedang ditekuni, tetaplah fokus di sana dan bertekunlah… Tunjukkan kepada semua orang yang meragukanmu, mereka yang pernah mengatakan dirimu bodoh, miskin, melarat dan tertindas… bahwa dirimu juga bisa. Ayo, mari kita sama-sama berjoeang… Ssstttt… jangan lupa Tuhan Yang Esa

Tidak ada komentar:

Pengikut

Daftar Blog Saya

Loading...

my game