my iklan

Sabtu, 13 Juni 2009

bilangan reynold

PENINGKATAN PENCAMPURAN MENGGUNAKAN SISTEM ALIRAN OSILASI



BAB I. PENDAHULUAN

Pencampuran yang terjadi didalam aliran laminar yang melalui suatu kolom
atau pipa biasanya kurang berkesan. Pencampuran yang kurang berkesan akan
menyebabkan tingkat perpindahan panas dan perpindahan masa menjadi rendah.
Pencampuran juga boleh menghambat banyak tujuan dari sesuatu proses seperti
reaksi kimia yang terjadi dan kemurnian produk. Salah satu metoda untuk mengatasi
masalah ini adalah dengan mengalirkan fluida pada sistem aliran turbulen adalah
lebih besar pada arah aksial berbanding pada arah radial. Metoda baru yang mampu
meningkatkan pencampuran didalam sistem aliran laminar adalah dengan
mengosilasikan fluida didalam kolom/pipa bersekat (Mackley 1987, 1991; Hewgill
et.al. 1993). Osilasi dan pergerakan fluida melalui kolom / pipa yang bersekat akan
menghasilkan pencampuran vorteks para ruang antara dua plat sekat. Pencampuran
vorteks merupakan pencampuran yang berkesan dan mempunyai kecepatan radial
yang sebanding dengan kecepatan aksial (Brunold et al. 1989).

Ramai peneliti telah mengkaji peningkatan kemampuan pencampuran
menggunakan osilasi fluida dalam kolom bersekat. Diantaranya Dickens et al. (1989)
yang menunjukkan bahwa penggunaan aliran osilasi dapat meningkatkan
pencampuran dan gabungan kedua dua osilasi dan aliran yang kontinu pada
kecepatan yang rendah akan memberikan pencampuran yang baik dengan waktu
tinggal yang panjang. Mackley et al. (1990) juga menyelidiki bahwa aliran osilasi
dalam kolom bersekat mampu meningkatkan keefektifan perpindahan panas.
Penelitian lainnya oleh Mackley et al (1993) menunjukkan bahwa partikel–partikel
boleh dipertahankan pada keadaan terapung sehingga 30 % berat dengan
menggunakan pencampuran aliran osilasi fasa cair. Pengembangan penelitian
selanjutnya oleh Hewgill et al. (1993) menunjukkan bahwa aliran osilasi yang
melewati plat sekat akan meningkatkan perpindahan masa pada sistem gas cair.
Penelitian ini dan hasil penelitian yang lainnya menuujukkan bahwa aliran osilasi
dalam kolom bersekat memberikan manfaat yang penting untuk proses produksi dan
peningkatan keluaran produk dalam rentang pemakaian yang besar.

Kolom bersekat dengan aliran osilasi dapat digunakan pada kedua–dua
operasi proses batch maupun kontinyu. Untuk operasi yang melibatkan reaksi kimia,
sistem kolom aliran osilasi sesuai digunakan pada operasi kimia yang memerlukan
waktu tinggal yang panjang. Pencampuran aliran osilasi melalui kolom bersekat
dipengaruhi oleh parameter geometri dan parameter operasi. Parameter geometri
yang berpengaruh ialah ukuran diameter bukan plat sekat, Do, dan jarak antara
sekat. Sementara parameter operasi yang mempengaruhi pencampuran diantaranya
kadar alir kedepan, vf , frekuensi operasi, f, amplitudo osilasi , xo, dan viskositas
cairan, µ.


©2004 Digitized by USU digital library 1BAB II. ALIRAN OSILASI DALAM KOLOM BERSEKAT

Aliran kontinu mempunyai dua sistem aliran yang utama ialah aliran plug dan
aliran backmix (levenspiel 1999). Aliran plug dicirikan dengan keadaan dimana
unsur–unsur fluida mengalir secara berurutan dengan tidak ada yang saling
mendahului atau bercampur dengan unsur lain didepan atau dibelakangnya.
Komposisi pada sistem ini akan berubah disepanjang haluan aliran dengan waktu
tinggal yang sama untuk seluruh unsur–unsur fluida. Sementara untuk aliran
backmix, unsur–unsur fluida tercampur sempurna dengan komposisi yang seragam
disetiap titik.
Berbanding dengan aliran backmix, maka aliran plug mempunyai beberapa
kelebihan. Levenspiel (1999) memberikan contoh proses yang melibatkan reaksi
kimia untuk menggambarkan kelebihan sistem aliran plug. Untuk reaksi kimia orde
nol, kedua-dua jenis aliran tidak mempengaruhi jumlah volume reaktor. Akan tetapi
untuk reaksi kimia dengan orde lebih besar daripada nol, volume dari reaktor jenis
aliran plug. Rasio volume meningkat dengan meningkatnya orde dari reaksi kimia.
Volume daripada kedua jenis reaktor juga bergantung kepada konversi. Pada
konversi yang rendah , hanya sedikit perbedaan volume kedua reaktor ini, manakala
rasio volume akan meningkat dengan meningkatnya konversi.
Aliran plug umumnya dioperasikan didalam peralatan yang berbentuk
pipa/kolom. Pencampuran di dalam peralatan yang berbentuk pipa ini boleh
ditingkatkan jika aliran mempunyai dispersi radial yang besar dan sebanding dengan
dispersi aksial. Dispersi aksial pada kebanyakan peralatan pipa dalam aliran laminar
adalah lebih besar berbanding dengan disversi radial dan akibatnya parameter-
parameter seperti pencampuran, perpindahan panas dan perpindahan massa di
dalam pipa adalah kecil. Oleh karena itu, waktu tinggal fluida yang lebih lama akan
menjadikan fluida dekat dinding tinggal lebih lama dalam peralatan berbanding fluida
pada bagian pipa/kolom.
Masalah ini dapat di atasi dengan mengoperasikan pipa/kolom pada sistem
aliran turbulen. Akan tetapi sistem turbulen dicapai pada kadar air yang tinggi,
sehingga waktu tinggal fluida akan berkurang. Kolom yang lebih panjang diperlukan
untuk meningkatkan waktu tinggal dan energi yang lebih tinggi diperlukan untuk
menggerakkan cairan pada keadaan yang lebih tinggi. Sebagai tambahan, kecepatan
aksial pada sistem turbulen adalah sepuluh kali lebih besar berbanding kecepatan
radial sehingga pencampuran radial hanya akan meningkat jika digunakan cairan
dengan viskositas rendah(Mackley 1985).
Metode baru yang boleh digunakan untuk meningkatkan pencampuran adalah
dengan mengayunkan cairan di dalam kolom /pipa bersekat. Penggunaan osilasi dan
pergerakan aliran secara berkala di dalam kolom/pipa yang bersekat akan
menghasilkan pencampuran vorteks pada ruang diantara plas sekat. Pencampuran
vorteks merupakan pencampuran yang berkesan karena mempunyai kecepatan
radial dan kecepatan aksial yang sebanding dan akan menghasilkan aliran yang acak
pada tiap-tiap ruang diantara sekat (Brunold et al. 1989; Howes et al.1991).
Penelitian tentang aliran osilasi melalui kolom bersekat ataupun kolom
dengan plat yang osilasi sudah dimulai dalam sepuluh tahun terakhir ini. Bidang–
bidang yang diamati meliputi pola aliran (Bronold et al. 1989), distribusi waktu
tinggal (Dickens et al. 1989), dispersi (Howes & Mackley 1990; Mackley &Ni 1991,
1993), perpindahan panas (Mackley et al. 1990), perpindahan massa (Hewgill et al .
1993), pencampuran dan pemisahan partikel ( Mackley et al. 1993), Profil kecepatan
partikel (Liu et al.1995), reaks kimia ( Ni & Mackley 1993), dan korelasi scalea-up
(Ni & Gao 1996). Hasil yang berkenaan dengan simulasi dinamik fluida juga banyak
dilaporkan oleh Howes et al. (1991), dan Roberts (1991).



Pencampuran diperlukan untuk operasi yang berkecenderungan untuk
menghasilkan keseragaman didalam komposisi, sifat-sifat atau suhu. Pencampuran
adalah penyebaran bahan-bahan secara random, dimana bahan yang satu berpindah
kedalam bahan yang lain dan sebaliknya. Untuk fluida, perpindahan terjadi sebagai
gabungan mekanisme bulk aliran dalam kedua –dua sistem laminar dan turbulen
serta oleh vorteks dan difusi molekul. Pencampuran aliran osilasi didalam kolom
bersekat dipengaruhi oleh kecepatan aksial dan radial. Komponen aksial dihasilkan
oleh sistem piston yang menggerakkan aliran pada arah aksial dan juga oleh aliran
fluida itu sendiri. Sedangkan komponen radial dihasilkan antara fluida dengan plat-
plat di dalam kolom. Variasi dari kedua komponen ini dari satu titik ke titik lain akan
mempengaruhi mekanisme aliran didalam kolom bersekat dengan aliran osilasi.
Pencampuran aliran osilasi dapat diperoleh apabila aliran cair osilasi sepenuhnya
melalui plat sekat. Gambar 1. menuujukkan mekanisme pencampuran aliran osilasi.


Gambar ini menunjukkan aliran cair ke suatu arah melalui plat sekat akan
membentuk vorteks di belakang setiap plat sekat. Ukuran vorteks akan terus
membesar sehingga amplitudo osilasi mencapai maksimum. Apabila arah aliran
berbalik, vorteks yang terbentuk akan terdorong kebagian tengah ruang diantara
plat sekat dan saling berinteraksi. Dalam keadaan demikian, cairan yang berada
dibagian dinding akan dibawa ke tengah kolom, sehingga pencampuran yang baik
berlaku pada ruang antara plat sekat. Selain dari interaksi antara vorteks tadi, aliran
balik juga membentuk vorteks di belakang setiap plat sekat. Keadaan ini akan terjadi
©2004 Digitized by USU digital library 3berulang- ulang dengan setiap osilasi. Pembentukan vorteks dan interaksi diantara
vorteks merupakan mekanisme utama untuk pencampuran yang berlaku.

2.2 PENCIRIAN ALIRAN OSILASI.

Parameter-parameter tidak berdimensi diperlukan untuk memahami
fenomena aliran fluida didalam sistem yang diamati. Parameter tidak berdimensi
menjadikan hasil penyelidikan yang diperoleh dapat digunakan pada perawatan yang
mempunyai ukuran yang berbeda. Dalam menggambarkan dan mencirikan mekanik
fluida aliran osilasi (bersekat), tiga kumpulan parameter tak berdimensi yaitu
bilangan Reynolds aliran bersih (Ren), bilangan Reynolds (Reo) dan bilangan Strouhal
(St) telah digunakan (Mackley & Ni 1991).

a. Bilangan Reynold Aliran, Ren
Bilangan Reynolds aliran digunakan untuk menunjukkan sifat utama aliran, yaitu
apakah aliran adalah laminar atau turbulen, serta letaknya pada skala yang
menuujukkan pentingnya secara relatif kecenderungan turbulen berbanding
dengan laminar.


Bilangan Reynolds aliran diberikan oleh persamaan berikut :


(2.1)


dengan D ialah diameter kolom, u ialah kecepatan rata-rata dan v ialah
viskositas kinematik daripada fluida. Aliran laminar terbentuk bila kecepatan
aliran adalah rendah hingga bilangan Reynolds < 2000. aliran akan berubah dari
laminar menjadi turbulen dalam rentang bilangan Reynolds > 5000. pada rentang
2000
Bilangan Reynolds aliran memberikan hubungan antara inersia aliran dimana
variabel uDρ berhubungan dengan inersia aliran. Sementara viskositas µ, dilihat
sebagai penyebut kepada tegangan geser viskos sehingga bilangan Reynolds
dilihat sebagai rasio antara daya inersia dengan daya viskos aliran.

b. Bilangan Reynolds Osilasi, Reo
Jika osilasi dikenakan kepada aliran bersih, maka suatu parameter tak
berdimensi diperlukan untuk mencirikan pergerakan osilasi. Kumpulan ini dikenali
sebagai bilangan Reynolds osilasi.


(2.2)


uo merupakan kecepatan osilasi yang diperoleh sebagai hasil kali daripada
frekwensi angular osilasi, ω, dan amplitudo xo.

Ditemukan bahwa pencampuran yang efektif pada aliran osilasi di dalam kolom
bersekat akan diperoleh pada Reo >150. juga ditemukan bahwa keberhasilan
pencampuran didalam kolom bergantung kepada mekanisme osilasi aliran dan
©2004 Digitized by USU digital library 4bukan kepada aliran netto di mana Reo harus bernilai 5 kali lebih besar daripada
Ren.


c. Bilangan Strouhal, St
Penggunaan bilangan Strouhal dimulai penelitian yang telah dijalankan untuk
mengkaji geseran vorteks dalam aliran mengelilingi objek dan melalui orifis .

(2.3)


Bilangan ini secara umum menggambarkan keefektifan rasio diameter kolom
kepada amplitudo osilasi aliran. Untuk aliran tidak steady, nilai Strouhal menjadi
penting dalam menentikan kadar pemisahan didalam peralatan. Terdapat tiga
sistem yang boleh dicirikan oleh bilangan ini :
• Strouhal rendah (St< 0.01 ). Pada keadaan ini aliran berada dalam
keadaan kuasi – steady. Pada saat pemisahan terjadi vorteks-vorteks
akan muncul dan akan berkurang dengan penambahan fluks fluida.
• Strouhal pertengahan ( 0.01< St <0.1 ). Pada keadaan ini terjadi
pemisahan dan aliran yang random. Ukuran vorteks tidak berkurang
jika fluk berkurang, dan akan semakin meningkat pada peningkatan
masukan fluida.
• Strouhal tinggi (St > 0.1 ). Pada keadaan ini kesan viskositas akan
mendominasi aliran. Peningkatan St akan mengurangkan panjang
relatif perpindahan fluida dan akhirnya perpindahan akan sangat kecil.



BAB III SIMULASI ALIRAN

Simulasi aliran berguna untuk menggambarkan keadaan semulajadi dari
fenomena fisikal yang terlibat didalam aliran fluida. Simulasi dapat dikelompokkan
pada dua bagian yaitu simulasi dinamik dan simulasi keadaan steady. Simulasi
keadaan steady tidak bergantung dengan waktu dengan digunakan untuk mengkaji
reka bentuk, manakala simulasi dinamik adalah bergantung dengan waktu dan
banyak digunakan dalam menganalisis perubahan pola aliran dan masalah sistem
kontrol.
Howes et al. (1991) melakukan simulasi dinamik fluida untuk aliran osilasi
dalam kolom bersekat untuk mengamati mekanisme pencampuran yang dihasilkan
dan intraksi diantara osilasi aliran dan plas sekat berbanding tanpa menggunakan
osilasi dan plat sekat. Gambar 2 hingga gambar 4 menunjukkan keadaan yang
diamati.
Gambar 2a menunjukkan keadaan fluida di dalam kolom tanpa adanya sekat
dan osilasi. Aliran bersih kedepan hanya akan mengalami dispersi aksial yang kuat
dan dispersi radial kecil. Dispersi aksial yang kuat ini disebabkan oleh elemen-
elemen fluida yang berada dekat dinding kolom bergerak dengan lebih perlahan
berbanding elemen-elemen pada bagian tengah kolom. Gambar 2b menunjukkan
keadaan jika aliran mengalami osilasi tetapi tanpa sekat. Setelah satu osilasi penuh ,
fluida akan kembali ke posisinya semula dan tidak ada pencampuran yang berlaku.
Kesan gabungan aliran bersih dan osilasi ditunjukkan pada Gambar 2c. Pada
keadaan ini osilasi aliran tidak mempengaruhi pergerakan fluida jika dibandingkan
dengan keadaan tanpa menggunakan osilasi. Tanpa kehadiran difusi molekul, osilasi
tanpa kehadiran sekat tidak akan meningkatkan baik pencampuran maupun dispersi.
©2004 Digitized by USU digital library 5Pada gambar 3a hingga gambar 3d, sekat dipasang di dalam kolom dan
terdapat perbedaan yang nyata berbanding dengan aliran yang sebelumnya. Gambar
3a menunjukkan pengembangan penggunaan aliran bersih dan tanpa osilasi pada
Ren = 100. Aliran yang berhasil adalah steady dan simetri. Sekat–sekat akan
mengubah garis arus daripada fluida, tetapi dispersi keseluruhan daripada aliran
terlihat tidak banyak berubah.


©2004 Digitized by USU digital library 7Pemisahan terjadi di hilir dari tiap-tiap sekat dan vorteks-vorteks yang simetri akan
terbentuk pada setiap ruang diantara dinding dan sekat. Peningkatan bilangan (Ren)
akan meningkatkan pergerakan ke hilir, sehingga akan terbentuk satu vorteks yang
lengkap pada setiap ruang di antara sekat. Hasil ini juga sudah dipastikan pada
kedua-dua secara uji kaji dan secara numerik oleh Howes (1988).
Gambar 3c dan Gambar 3d menggambarkan mekanisme pencampuran pada
keadaan Ren kritikal. Penggunaan sekat pada keadaan ini akan menjadikan aliran
tidak steady dan kesimetrian akan meningkatkan kemampuan pencampuran sistem
ini. Keadaan aliran ini dapat diharapkan untuk menghasilkan pencampuran yanyg
baik dengan sedikit pengurangan dispersi aksial jika dibandingkan dengan aliran
laminar tanpa menggunakan sekat.
Gambar 4a hingga gambar 4f menunjukkan kessan aplikasi osilasi aliran dan
sekat di dalam kolom. Pada Gambar 4a dan Gambar 4b ditunjukkan kesan osilasi
fluida dan sekat tanpa danya penambahan aliran bersih. Simulasi menunjukkan
dispersi aliran berlaku untuk satu osilasi penuh. Dimulakan pada t=0, simulasi yang
kedua menunjukkan posisi pada setengah osilasi (t=0,5), dan yang ketiga setelah
satu osilasi penuh (t=0). Pada keadaaan ini bilangan Reynolds yang diberikan akan
menyebabkan vorteks yang simetri terbentuk di hilir tiap-tiap sekat. Gambar 4c dan
Gambar 4d menunjukkan pencampuran yang lebih berkesan dapat diharapkan di
dalam tiap-tiap ruang. Pencampuran tidak hanya pada bagian tengah daripada kolom
tetapi berlanjut hingga ke dinding kolom. Mekanisme pencampuran ini pada dasrnya
sama seperi pada keadaan dengan Reo yang lebih kecil, hanya pada keadaan
demikian kesimetrian akan hilang dan menghasilkan pencampuran yang lebih
kompleks. Gambar 4e dan Gambar 4f menunjukkan bahwa pencampuran sempuran
diamati pada Gambar 4c dan Gambar 4d sebelumnya akan tertahan. Aspek baru
yang penting ditunjukkan pada Gambar 4e yaitu bahwa penambahan aliran kedepan
disertai dengan osilasi aliran dan sekat akan menghasilkan pencampuran yang lebih
berkesan dan seragam di sepanjang saluran. Oleh karena itu peningkatan kesan
pencampuran dan juga dispersi aksial yang rendah dapat diperolehi pada keadaan ini
(Howes et.al. 1991).



BAB IV. GEOMETRI ALIRAN OSILASI

Pencampuran aliran osilasi dapat dicapai di dalam sebatang kolom dengan
memasangkan sekat dengan sisi tajam melewati arah aliran atau pilin heliks ke
dalam kolom. Kolom aliran osilasi boleh dioperasikan secara mendatar ataupun
menegak, akan tetapi untuk bahan yang mudah menguap sebaiknya dioperasikan
secara tegak. Diameter bukaan yang boleh untuk digunakan berada dalam range
yang besar yaitu `15-200 mm (Mackley 1991), walaupun sebaiknya digunakan
diameter yang kecil terutamanya untuk penelitian pada aliran kontinu karena
diameter yang besar akan meningkatkan biaya perlengkapan dan bahan kimia.
Sekat yang sederhana namun efektif dapat dihasilkan dengan memasangkan
plat sekat di dalam kolom melewati arah aliran. Jarak sekat mempengaruhi bentuk
vorteks–voreteks sedangkan diameter bukaan sekat menentukan lebar vorteks
dalam tiap-tiap ruang. Dari kajian terhadap pola aliran yang terbentuk, Brunold et al.
(1989) memperoleh jarak sekat bersamaan dengan 1,5 kali diameter kolom dan
rasio bukaan plat sekat kepada diameter kolom (Do/D) sekitar 60% adalah optimal
untuk mencapai pencampuran yang sempurna. Sekiranya rasio Do/D terlalu kecil,
vorteks yang terbentuk akan terbatas kebagian tepi bukaan dan tidak dapat
membesar ke arah dinding kolom. Sebaliknya jika diameter bukaan terlalu besar,
maka pembentukan vorteks akan berkurang karena dihapuskan oleh kesan saluran.
©2004 Digitized by USU digital library 8Jenis plat sekat yang digunakan juga mempengaruhi keberkesanaan aliran
osilasi. Hewgill et.al (1993) mengamati tiga jenis plat sekat (Gambar 5) yaitu plat
sekat dinding/lubang tengah, plat sekat tengah dan plat sekat heliks, untuk keadaan
osilasi yang sama. Pada saat fluida bergerak ke atas, sekat dinding akan
mengahasilkan vorteks di hilir plat sekat, dan pada saat aliran berbalik vorteks akan
terdorong kedalam ruang antara sekat dan menyebabkan peningkatan pencampuran
pada arah radial. Untuk sekat tengah, vorteks-vorteks akan terbenyuk di bahagian
hikir aliran juga, tetapi korteks yang terbentuk kemudian akan terpisah tanpa
bergeser ke kawasan lain atau terdorong ke dalam ruang antara sekat, dan
menghasilkan aliran radikal yang kecil.
Berbanding sekat tengah, sekat dinding memberikan peningkatan
perpindahan aliran yang lebih baik. Ditunjukkan bahwa sekat dinding memberikan
aliran yang lebih random berbanding sekat tengah. Sekat heliks memberikan
pencampuran yang cukup baik. Keadaan osilasi fluida adalah sama dengan sekat
dinding dan heliks memberikan pencampuran yang baik ke arah radial.


Variabel utama yang menentukan keberkesanan pencampuran di dalam kolom
bersekat dengan aliran osilasi adalah amplitudo osilasi dan frekuensi osilasi 9Mackley
et.al 1993). Nilai daripada variabel ini meliputi rentang yang luas, tetapi kebanyakan
data penelitian diperoleh di dalam rentang 1-5 cm amplitudo dan 0,5 hingga 1.1 Hz
frekuensi. Mackley et.al. (1998) menggunakan kolom bersekat dengan aliran rentang
amplitudo 0-4.2 cm (puncak-ke-puncak) dan frekuensi 0.25-2 untuk kolom dengan
diameter 19 cm.

Di antara semua sifat fluida, viskositas memberikan peranan yang besar dalam
mengamati mekanisme aliran fluida. Pencampuran aliran osilasi di dalam kolom
bersekat tidak berlaku dengan baik pada viskositas yang sangat tinggi atau bilangan
©2004 Digitized by USU digital library 9Reynolds osilasi yang rendah. Mackley (1991) mendapati bahwa viskositas fluida
dibawah 0.1 pas (100 cP) adalah sesuai untuk pencampuran aliran osilasi. Jika
operasi dilakukan dibawah nilai viskositas ini maka kolom boleh digunakan untuk
berbagai aplikasi baik prose batch atau kontinu dan juga pada skala kecil ataupun
besar.



BAB V. KESIMPULAN

Kajian literasi yang dilakukan menunjukkan aliran osilasi didalam kolom
bersekat berkemampuan untuk meningkatkan pencampuran di dalam system aliran
laminar. Sistem aliran osilasi ini mempunyai beberap kelebihan dibandingkan
peningkatan pencampuran menggunakan sistem aliran turbulen, yaitu :

1. System aliran osilasi menghasilkan pencampuran yang lebih efektif
dengan kecepatan radial yang sebanding dengan kecepatan aksial.
Dibandingkan dengan aliran turbulen dimana kecepatan aksial system
masih sepuluh kali lebih besar dibandingkan kecepatan radial system.
2. System aliran osilasi dapat di operasikan untuk proses yang memerlukan
waktu tinggal yang lama, karena system ini bekerja pada daerah aliran
laminar.
3. Biaya untuk menyediakan kelengkapan system ini adalah lebih kecil
dibandingkan dengan system hanya aliran laminar saja maupun system
aliran turbulen. System aliran memerlukan ukuran kolom yang lebih
panjang,sedangkan systemaliran turbulen memerlukan biaya yang tinggi
untuk mengoperasikan peralatan penggerak aliran seperti misalnya motor
pengaduk maupun pompa yang berkapasitas besar.

Dari ketiga kelebihan system ini dapat disimpulkan bahwa system aliran osilasi
mempunyai kemampuan yang besar untuk meningkatkan pencampuran di dalam
operasi keteknikan dengan biaya operasi yang lebih kecil. Untuk itu diperlukan
pengamatan lebih lanjut agar s ystem kolom bersekat dengan aliran osilasi ini dapat
digunakan secara lebih luas dalam industri proses kimia.



DAFTAR PUSTAKA


Brunold, C.R. , Hunns, J.C.B. & Thompson, J.W 1989. Experimental observation on
flow patters and energy losses for oscillatory flow in ducts containing sharp
edges. Chem. Eng. Sci. 44: 1227-1244.

Dickens, A.W., Mackley, M.R & Williams, H.R . 1989. Experimental residence time
distribution measurements for unsteady flow in baffled tubes. Chem. Eng. Sci.
44 : 1471-1479.

Hewgill, M.R., Mackley, M.R Pandit, A.B & Pannu, S.S. 1993. Enhanchement of gas-
liquid mass transfer using oscilatory flow in baffle tubes. Chem. Eng. Sci. 48
:799-809

©2004 Digitized by USU digital library 10Howes, T.& Mackley, M.R. 1990. Experimental axial dispersion for oscilatory flow
trough a baffled tube. Chem.Eng.Sci.45 : 1349-1358.

Howes, T., Mackley, M.R. & Robert E.P.L. 1991. The simulation of chaotic mixing and
dispersion for periodic flows in baffled channaels. Chem. Eng. Sci. 46: 1669-
1677.

Levenspiel, O. 1999. Chemical Reaction engineering. Ed. ke 3. New York : John
Wiley.

Mackley, M.R. 1987. Using oscillatory flow to improve performance. The Chem. Eng.
Feb.1987.

Macklaey, M.R. 1991. Process innovation using oscillatory flow within baffled tubes.
Trans. IchemE. 69 : 197-199.

Mackley, M.R. & Ni, X. 1991. Mixing and dispersion in a baffled tube for steady
laminar and pulsatile flow. Chem. Eng. Sci. 31 : 253-256.

Mackley, M.R. & Ni, X. 1993. Experimental fluid dispersion in periodic baffled tube
arrys. Chem. Eng. Sci. 48 : 3293-3305.

Mackley, M.R., Smith, K.B. & Wise, N.P. 1993. The Mixing and separation of particle
suspension using oscillatory flow in baffled tubes. Trans. IchemE. 71: 649-657.

Mackley, M.R., Stonestreet, P., Robert, E.P.L. & Ni. X. 1996. Residence time
distribution enhancement in reactors using oscillatory flow. Trans. IchemE. 47:
541-545.

Mackley, M.R., Stonestreet, P., Thurston, N.C. & Wiseman, J.S. 1998. Evaluation of
a novel selfaerating, oscillating baffled column. The Canadian Journal of Chem.
Eng. 76: 5-10.

Mackley, M.R., Tweddle I.D., & Wyatt, I.D. 1990. Experimental heat transfer
measurement for pulsatile flow in a baffled tube. Chem. Eng.Sci.45: 1237-
1242.

Ni, X. & Gao, S. 1996. Scale up correlation for mass transfer coefficient in pulsed
baffled reactors. Chem. Eng. Journal. 63: 157-166.

Ni, X. & Mackley, M.R. 1993. Chemical reaction in batch pulsatie flow and stired tank
reactors. Chem. Eng. Journal. 52: 107-114.

Ni, X. & P. Gough. 1997. On the discussion of the dimensionless groups governing
oscillatory flow in a bffled tube. Chem. Eng. Sci. 52: 3209-3212.

Roberts, E.P.L. & Mackley, M.R. 1995. The Simulation of Stretch rates for the
Quantitative prediction and mapping of mixing within a channel flow. Chem.
Eng.Sci. 50: 3727-3746.
©2004 Digitized by USU digital library

Tidak ada komentar:

Pengikut

Daftar Blog Saya

Loading...

my game