my iklan

Senin, 08 Juni 2009

makna kerudung

Kerudung Tak Sekedar Tudung



Selama Bulan Ramadan, kerudung biasanya menjadi busana favorit di televisi. Artis-artis yang di bulan lain biasa berpakaian seksi, selama bulan ini, tampil dengan penutup kepala. Terlepas dari sahih tidaknya, di Indonesia, kerudung biasanya identik dengan kesalehan seorang perempuan. Kerudung juga identik dengan Islam. Wajar saja karena memang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Seperti kita tahu, Islam mengenal konsep aurat dan jilbab. Kerudung memang tidak seratus persen sama dengan jilbab. Tapi dalam budaya Indonesia, kerudung adalah tafsir dari konsep jilbab.

Dalam sejarah peradaban manusia, kain penutup kepala bukan monopoli tradisi Islam. Agama-agama dan kebudayaan lain pun mengenal tradisi berkerudung. Pada masa peradaban Assyria, sekitar abad ke-13 SM, kaum perempuan sudah mengenal tradisi ini. Cuma, pada masa itu, kain penutup kepala tak ada urusannya dengan konsep aurat. Kerudung dipakai sebagai penegas identitas. Pakaian ini hanya digunakan oleh kaum bangsawan untuk membedakan statusnya dari perempuan biasa.

Sebelum era Islam pun, perempuan Arab sudah terbiasa memakai penutup kepala. Saat berada di luar rumah, tudung kepala ini bisa melindungi mereka dari debu dan sinar Matahari. Agama Nasrani pun mengenal tradisi berkerudung. Setidaknya ini bisa kita lihat dari gambaran Bunda Maria yang selalu tampil menggunakan kerudung. Hingga sekarang, tradisi berkerudung ini masih bisa kita lihat di kalangan para suster Katolik. Menurut ensiklopedia Britannica, pada abad ke-12 - 14, kerudung ini tidak hanya dipakai para biarawati, tapi juga biasa dipakai oleh perempuan biasa di Eropa. Namun, setelah akhir abad ke-14, tradisi ini tinggal dipraktikkan oleh sebagian kecil kelompok masyarakat, utamanya para biarawati.

Perempuan Hindu India juga sejak lama punya tradisi memakai dupatta, selendang penutup kepala. Tradisi ini bisa kita lihat di film-film Bollywood. Ini juga tradisi yang tak ada hubungannya dengan konsep aurat.

Dalam setiap agama dan budaya, kerudung memiliki makna berbeda-beda. Dalam Islam pun, konsep menutup aurat ditafsirkan secara beragam. Di negara-negara Timur Tengah dan Asia Selatan, sebagian perempuan Muslim memakai kerudung kepala yang menutupi rambut, tapi tidak menutupi wajah. Mirip dengan jilbab yang biasa dipakai perempuan Indonesia.Sebagian yang lain mengenakan penutup kepala yang tidak hanya menutup rambut, tapi juga menutupi mata, bahkan menutupi wajah secara keseluruhan. Ini bisa kita lihat pada perempuan-perempuan Arab Saudi, Iran, atau Afghanistan. Sebagian dari mereka mengenakan cadar yang menutup semua bagian kepala kecuali mata. Sebagian lainnya mengenakan burkak, penutup kepala yang menutupi semua bagian kepala (dan seluruh badan), termasuk mata. Ini bisa kita lihat terutama pada perempuan-perempuan Afghanistan. Agar pemakai burkak masih bisa melihat, di bagian mata, kainnya dibuat berbeda. Biasanya berupa kain tipis atau kain yang anyaman benangnya tidak rapat sehingga tembus pandang.

Di Indonesia, aturan menutup aurat bagi bagi perempuan dimaknai secara lebih longgar. Sebagian kecil memakai cadar yang menutupi semua bagian kepala, kecuali mata. Sebagian lainnya memakai jilbab yang menutupi semua bagian kepala, kecuali wajah. Sebagian lainnya mengenakan kerudung yang kadang masih memperlihatkan leher dan telinga, seperti yang biasa dipakai ibu-ibu di kampung saat berangkat arisan. Sebagian lainnya bahkan memakai kerudung yang hanya menutupi sebagian rambut. Seperti yang dipakai oleh para artis di Bulan Ramadan.

Tidak ada komentar:

Pengikut

Daftar Blog Saya

Loading...

my game