my iklan
Sabtu, 13 Juni 2009
sulap
Pesulap mempunyai satu kotak kartu remi. Kotak ini ditaruh di atas meja, sehingga semua penonton bisa melihatnya. Pesulap meminta salah satu penonton untuk maju, siapa saja.
Lalu pesulap berkata kepada penonton yang maju itu:
“Coba bayangkan setumpukan kartu, dalam pikiran anda. Lalu pilihlah salah satu kartu (di antara 52 kartu tersebut). Khayalkan bahwa anda sedang mengambil kartu yang anda pilih itu. Kemudian, baliklah posisi kartunya, dan kembalikan ke dalam tumpukan kartu.“
“Bayangkan lagi bahwa setumpukan kartu itu sekarang telah berada dalam kotak kartu yang ada di atas meja ini (sambil menunjuk kotak tsb).”
Pesulap berkata lagi kepadanya:
“Kartu apa yang anda pilih?“
Setelah dia menjawabnya, pesulap mengambil kotak kartu yang ada di atas meja itu, lalu membukanya dan membeberkan satu per satu kartu dalam tumpukan itu. Ternyata ada satu buah kartu yang posisinya terbalik, dan setelah dibuka, ternyata kartu itulah yang tadi dipilih penonton.
Sulap ini pernah dimainkan oleh banyak pesulap, diantaranya adalah David Blaine dan Deddy Corbuzier.
Di antara 52 kartu dalam kotak, maka kartu apapun yang dipilih penonton, posisinya pasti terbalik sendiri di dalam kotak. Permainan ini bisa diulang-ulang berkali-kali, meski kartu yang dipilih penonton berbeda-beda setiap permainan. Ini bukanlah “sihir“, juga bukan kemampuan “meramal apa yang akan dipilih penonton“.
Inilah rahasianya:
Siapkan 52 kartu remi dan sebuah kotak kartu. Pisahkan antara kartu ganjil dan kartu genap. Kartu ganjil adalah: A, 3, 5, 7, 9, J, K. Kartu genap adalah: 2, 4, 6, 8, 10, Q. Nilai kartu A=1, J=11, Q=12, dan K=13.
Ingat-ingatlah angka keberuntungan kita, yaitu angka 13. Dan mari kita bahas dahulu tentang pasang-pasangan.
Setiap kartu ganjil mempunyai pasangan sebuah kartu genap, yang jika dijumlahkan akan menjadi 13. Misalnya: kartu A dengan Q, 3 dengan 10, 5 dengan 8, 7 dengan 6, 9 dengan 4, dan J dengan 2. Kartu K diabaikan dulu.
Dan setiap kartu merah berpasangan dengan kartu hitam. Kartu Heart (hati) dengan Spade (sekop/waru hitam), dan kartu Diamond (wajik/kotak merah) dengan Keriting.
Kartu K merah (hati dan wajik) anda kumpulkan bersama kartu ganjil. Sedangkan kartu K hitam (sekop dan keriting) anda kumpulkan bersama kartu genap.
Tempelkan setiap kartu dengan pasangannya masing-masing, dan saling membelakangi. Coba tempelkan dengan potongan kecil “double tape”, dua potongan untuk tiap kartu, biar nanti mudah dilepas.
Contoh:
Kartu As hati dengan kartu Q sekop, jumlahnya selalu 13.
Sedangkan kartu K hati berpasangan dengan K sekop, dan kartu K wajik dengan K keriting.
Setelah selesai, tumpuklah kartu-kartu itu. Semua kartu ganjil menghadap ke atas, dan semua kartu genap menghadap ke bawah. Urut-urutan kartu ganjil itu buatlah agar kelihatan tidak teratur, agar tidak mudah ketahuan kalau itu ganjil semua.
Masukkan tumpukan kartu ini ke dalam kotak. Beri tanda (terserah anda) pada bagian luar kotak itu, intinya supaya anda tahu mana bagian yang ganjil dan mana yang genap.
Cara memainkan:
Jika penonton memilih kartu 7 keriting, maka bayangkan dulu pasangannya, yaitu 6 wajik. Karena 6 wajik masuk golongan genap, maka keluarkan tumpukan kartu yang bagian genapnya menghadap ke atas.
Beberkan sedikit2 tumpukan kartu itu, dan carilah kartu 6 wajik, lepaskan pelan-pelan perekatnya dengan jari-jari tangan kiri anda (yang di bawah). Maka kartu pasangannya itulah yang posisinya menjadi menghadap ke bawah, yaitu 7 keriting yang dipilih penonton tadi.
Bagaimana? Cukup sederhana kan?
Kalau anda kerepotan membuatnya, anda bisa terima bersih dengan membelinya di toko-toko alat sulap, namanya “Invisible Deck“.
Invisible Deck dijual dengan harga Rp.40.000,- di KrazyMarket, atau US$9.99 di Marthamarra Magic.
beritamaya--invisible-deck
Sekali lagi, ini bukan “sihir” atau apa itu namanya… “meramalkan yang akan dipilih penonton“, dan… anda pun bisa memainkannya
beritamaya-ular-makan-kanguru1
beritamaya-ular-makan-kanguru2
beritamaya-ular-makan-kanguru3
beritamaya-ular-makan-kanguru4
beritamaya-ular-makan-kanguru5
beritamaya-ular-makan-kanguru6
beritamaya-ular-makan-kanguru7
Hebat sekali ular ini, si kecil dengan kemampuan gede. Mengingatkan kami untuk tidak menilai sesuatu/seseorang hanya dari penampilannya
Benarkah tubuhnya pernah dipotong dengan gergaji, lalu dipisahkan, dan dapat disatukan lagi? Mari kita bahas permainannya yang satu ini.
deathsaw01
Seandainya dia langsung tengkurap (di atas meja/papan tipis), lalu tubuhnya dipotong (sampai berdarah-darah), dan dipisahkan (masih tetap hidup), baru kemudian disatukan lagi, lalu dia langsung berdiri, maka…. ini pasti sihir!
Tapi, jika proses tengkurap (sebelum dipotong) harus ditutupi dulu, tengkurapnya di atas meja yang tebal, ketika dipotong juga tidak berdarah, dan proses menyatukan tubuh juga harus ditutupi dulu…. maka sudah pasti ini bukan sihir!
harus-ditutupi-dulu
Bagian tepi meja memang kelihatan tipis, tapi apakah bagian tengahnya juga setipis itu? (kamera agak ke atas)
death-tebal2
mejanya-tebal-sekali
mejanya-tebal-sekali2
Lihatlah gambar-gambar ini, gambar yang diambil pada detik-detik ketika kamera memperlihatkan ketebalan meja itu.
beritamaya-bukan-sihir
Lalu, apa maksud dari ketebalan-ketebalan tersebut? Coba perhatikan gambar di bawah ini.
beritamaya-bukan-sihir2
Sebelum dipotong, tubuhnya ditutupi dulu. Sebelum menyatu, tubuhnya juga ditutupi dulu. Di situlah letak rahasianya!
Pernah lihat pertunjukan tentang orang yang digilas kendaraan berat? Dulu, permainan ini pernah dilakukan oleh Chris Angel.
Pertama, dia berjalan di atas permadani/karpet yang ditaburi pecahan kaca. Hampir setiap orang bisa melakukan hal ini (menginjak-injak pecahan kaca). Kemudian dia telungkup di atas karpet ini. Lalu tubuhnya digilas oleh kendaraan streamroller, digilas sampai bagian sekitar perutnya.
Ternyata tempat dia telungkup, bagian bawahnya terdapat lubang (berbentuk kotak). Lubang ini diisi dengan busa penuh, dan tidak kelihatan karena ditutupi dengan karpet.
Jika tubuhnya digilas, maka secara otomatis tubuhnya akan turun/terdorong ke bawah. Lihatlah lengkungan pada gambar di atas.
Dan pada bagian akhir pertunjukannya…….
Dia berteriak-teriak kesakitan… “Aaaarrrgghhhhhh!!!”.
Rasain lu! Itulah akibatnya kalo berani menantang bahaya!
Makanya, cari dulu makhluk halus (setan, jin, gendruwo, pocong, dll) untuk diajak bekerja sama, biar pertunjukannya aman
Euh, ada-ada saja!
;
Senin, 08 Juni 2009
cara merawat rambut bagi yang berjilbab
Cara Merawat Rambut Bagi yang Berjilbab
Bagi anda yang sering menutupi rambut dengan jilbab,
topi atau sejenisnya kesehatan rambut harus anda
perhatikan. Udara yang minimalis dalam jilbab ternyata
bisa merusak rambut anda. Untuk itu simak tips berikut
ini:
1. Pilihlah kerudung atau jilbab dari bahan yang mudah
menyerap keringat. Seperti katun atau kaos. Bahan kain
yang mudah menyerap keringat dan berpori-pori besar
sangat berguna untuk memudahkan sirkulasi udara di
kepala.
2. Anda suka model kerudung modern. Boleh saja anda
mengkreasikan model kerudung anda hingga
berlapis-lapis. Tapi ingat jangan lebih dari 4 helai
ya. Semakin tebal kerudung anda, makin sulit rambut
anda bernafas.
3. Hindari menggunakan lapisan kerudung dengan terlalu
sering dan kencang. Selain membutat rambut sulit
bernafas, hal ini juga berpotensi untuk membuat kulit
kepala lembab.
4. Jika hendak menggunakan jilbab lebih baik anda
mengurai rambut anda atau jangan mengikatnya terlalu
kencang. Untuk menghindari rambut yang digulung
sebaiknya jangan biarkan rambut anda penjang melebihi
60 cm.
5. Hindari warna gelap untuk kerudung atau jilbab.
Warna gelap mudah menyerap matahari. Jika aktivitas
anda lebih banyak di bawah sinar matahari lebih baik
pilih warna lembut atau putih.
6. Jangan terlalu sering mengikat kerudung anda di
bagian leher. Udara yang keluar masuk ke rambut anda
akan semakin menipis jika anda mengikat kerudung di
leher. Kerudung sebaiknya dilepas hingga bagian
tepinya menjuntai agar rambut muda bernafas
cara merawat rambut
Merawat Rambut Setelah Rebonding
- Setiap keramas jangan lupa pakai conditioner.
- Pakai masker rambut seminggu dua kali.
- Sebisa mungkin hindari pemakaian hair dryer.
- Setelah rebonding sebaiknya rambut tidak diwarnai karena akan membuat rambut lebih kering dan rapuh.
manajemen waktu
Manajemen Waktu, Kunci Utama Mencapai Sukses
- Betapa seringnya kita mendengar pepatah yang mengatakan 'Waktu Adalah Uang. Tapi sebenarnya berapa banyak diantara kita yang benar-benar dapat memanfaatkan waktu yang kita miliki dengan sebaik-baiknya? Sebenarnya, jika Anda ingin mengatur kehidupan Anda dan membuatnya menyenangkan, sebagai permulaan yang Anda butuhkan adalah mengatur waktu Anda. Tak perlu dipertanyakan lagi, pengaturan waktu yang efektif merupakan hal mendasar untuk lingkup berbagai wilayah kehidupan. Pada kenyataannya, seringkali terdapat perbedaan antara pencapai kehidupan sejati dan orang-orang yang, meski sibuk, tak pernah sampai pada titik dimanapun.
Tak mengejutkan kalau dalam seluruhan industri pengaturan waktu jadi sebuah kebutuhan. Tapi jika Anda meninjau lebih dalam, Anda akan dapat melihat bahwa sebenarnya pengaturan waktu tak jauh beda dengan manajeman diri. Karena pada kenyataanya, Anda tak dapat mengatur waktu, tapi Anda dapat mengatur diri sendiri dan apa yang Anda lakukan dalam setiap kesempatan.
Kebanyakan ahli sepakat bahwa sukses merupakan hasil dari kebiasaan. Oleh sebab itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperlancar bagaimana Anda menggunkan waktu, yakni dimulai dengan kebiasaan Anda (kontrol diri). Dan kebiasaan ini dimulai sebagai pembuatan keputusan secara sadar.
Sekali Anda bisa, seterusnya kebiasaan bagus ini jadi hal alami. Dalam banyak kasus, sukses bukan dihasilkan dari hal yang tak biasa, tapi lebih sebagai hasil dari kemampuan seseorang untuk 'menguasai keduniawian'. Dengan konsisten menampilkan seluruh tugas penting yang belum sempurna, sejalan dengan waktu aktivitas ini akan berubah jadi pencapaian besar.Berikut beberapa aturan sederhana yang dapat diikuti untuk melakukan pengaturan waktu yang lebih baik:
- Jangan Menangguhkan. Lakukan saat ini juga. Saat orang menunda sesuatu, itu berarti membunuh daya gerak pencapaian pada tujuan saat ini dan menghalangi kesempatan di masa mendatang lantaran waktu yang tersumbat. Cara untuk mencegah penundaan adalah dengan merancang deadline untuk tujuan yang harus dicapai. Menghindari deadline terakhir membawa penundaan yang diatur tujuan sebagai perantara untuk mencapai setingkat demi setingkat menuju tujuan.
- Lacak Aktivitas Anda. Memori adalah penuntun yang payah, jika ini berhubungan dengan menetapkan bagaimana Anda melewatkan waktu Anda. Cara terbaik untuk merekam aktivitas Anda sepanjang hari adalah dengan mendata apa yang Anda lakukan. Kebanyakan orang akan menemukan kalau mereka memiliki tiga jam dalam tiap hari yang sebenarnya dapat digunakan untuk hal yang lebih membangun atau tindakan yang efisiean. Kurangi waktu yang Anda gunakan untuk bertelepon, membolak-balik majalah atau surfing di web yang tak mengahasilkan apapun, dan batasi kegiatan-kegiatan yang tak penting.
- Berkonsentrasi Pada Hasil. Banyak orang melewatkan waktu mereka sepanjang hari dengan aktivitas yang hiruk-pikuk, tapi hanya sedikit membuahkan hasil. Itu semua terjadi karena mereka tak berkonsentrasi pada hal yang benar. Jangan terkecoh antara bekerja secara efisien dan bekerja secara efektif. Aktivitas dapat memang kadang dapat membebaskan dari tekanan tapi itu tak mencapai tujuan Anda. Dengan lebih berkonsentrasi pada sedikit preoritas 'utama' secara teratur. Anda dapat mencapai lebih banyak hal dalam waktu singkat.
- Ingat Prisip 80/20. 20% kunci aktivitas Anda akan memberi Anda 80% dalam bentuk hasil. Tujuan Anda adalah mengubah ini untuk memastikan kalau Anda berkonsentrasi sebanyak usaha yang mungkin Anda lakukan untuk hasil tertinggi dari tujuan.
- Gunakan Waktu Perjalanan Dengan Bijaksana. Sangat mudah untuk mengabaikan waktu yang dilakukan untuk menempuh perjalanan dalam penafsiran manajeman waktu. Pertimbangkan dengan hati-hati apakah ini merupakan waktu yang sesuai dimana Anda dapat juga menggunakannya secara lebih produktif. Sebagai contoh, jika Anda memilih naik bus atau kereta untuk menuju tempat kerja, apakah ini menyediakan kesempatan untuk membuat penggunaan waktu Anda jadi lebih baik? Atau jika Anda nyetir sendiri, apa Anda bisa mendengarkan rekaman pendidikan atau motivasional yang dapat membuat Anda memperbaiki ketrampilan dan lebih produktif?
- Bangun Rancangan Aksi. Sebuah rencana tindakan merupakan daftar pendek dari tugas yang harus dilengkapi untuk mencapai sebuah tujuan. Ini beda dengan To Do list dimana fokus utmanya adalah pencapaian tujuan, (dan langkah untuk mencapainya secara spesifik) dari pada hanya membuat tujuan untuk dicapai dalam periode waktu. Kapanpun Anda ingin mencapai sesuatu, buat gambaran gambalng dari rencana tindakan, ini akan memberi Anda kesempatan untuk lebih berkonsentrasi pada tahap pencapaian itu, dan memonitor kemajuannya dalam perwujudan.
- Merespon Dengan Cepat. Sebagai contoh, urus mail Anda begitu Anda menerima surat. Jangan biarkan tagihan dan surat-surat itu membebani Anda. Jika Anda tak bisa membalas sebuah surat saat itu juga, buat file di tempat khusus yang mudah dilihat, dan tuliskan di amplop tindakan yang dibutuhkan serta tanggal dimana Anda dapat menyelesaikannya.Ketika memungkinkan, lakukan tindakan pada hari yang sama saat Anda menerimanya. Jangan biarkan komputer, meja dan pikiran Anda jadi bertumpuk dengan hal yang tak berguna.
- Bersikap Tegas. Belajarlah berkata tidak pada orang lain. Waktu Anda sangat berharga. Jadi jangan biarkan orang lain menentukan atau memanfaatkan Anda untuk kepentingan rencana mereka. Batasi gangguan sebisa mungkin. Tutup pintu Anda, matikan nada dering telepon atau minta dengan terus terang agar Anda tidak diganggu.
- Jadwalkan Waktu Untuk Bersantai. Saat Anda mengatur waktu dan bisnis Anda, pastikan untuk menyisihkan saat untuk bersantai.
Tugas pertama Anda untuk dapat mengatur waktu dengan lebih baik adalah membuat mendaftar seberapa banyak waktu yang Anda buang sia-sia selama sehari, dari sana atur ulang aktivitas Anda untuk melakukan yang lebih maksimal dalam setiap menit. Lebih dari segalanya, berpegangteguhlah pada rencana Anda. Jadwal yang Anda buat hanya dapat terlaksana dengan benar hanya jika Anda keukeh dengan itu. Nah, dengan mengikuti tips ini kami harap Anda akan memiliki lebih banyak ruang untuk melakukan hal-hal yang ingin Anda capai dalam hidup Anda.Minggu, 07 Juni 2009
seting internet lewat HP
| Technology And Knowledge | |
|
Untuk operasi sistem windows dilakukan melalui :
Kemudian membuat konfigusari Dial-Up melalui Network Connection - Create a new connection - Klik Next :
Pada desktop akan muncul Shortcut koneksi internet dengan nama Flexi Connect. Berikut tabel Konfigurasi Dial-Up untuk beberapa operator. | |
Rabu, 03 Juni 2009
Perokok Pasif Mempunyai Risiko Lebih Besar Dibandingkan Perokok Aktif
Demikian penegasan Menkes Dr. Achmad Sujudi pada puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia dengan tema "Kemiskinan dan Merokok Sebuah Lingkaran Setan" sekaligus meluncurkan buku Fakta Tembakau Indonesia Data Emperis Untuk Strategi Nasional Penanggulangan Masalah Tembakau tanggal 31 Mei 2004 di Kantor Depkes Jakarta.
Mengingat besarnya masalah rokok, Menkes mengajak seluruh masyarakat bersama pemerintah untuk menjalankan cara-cara penanggulangan rokok secara sistematis dan terus menerus yaitu meningkatkan penyuluhan dan pemberian informasi kepada masyarakat, memperluas dan mengefektifkan kawasan bebas rokok, secara bertahap mengurangi iklan dan promosi rokok, mengefektifkan fungsi label, menggunakan mekanisme harga dan cukai untuk menurunkan demand merokok dan memperbaiki hukum dan perundang-undangan tentang penanggulangan masalah rokok.
Menurut Menkes, kemiskinan dan merokok terutama bagi penduduk miskin merupakan dua hal yang saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain. Seseorang yang membakar rokok tiap hari berarti telah kehilangan kesempatan untuk membelikan susu atau makanan lain yang bergizi bagi anak dan keluarganya. Akibat dari itu anaknya tidak dapat tumbuh dengan baik dan kecerdasanya juga tidak cukup berkembang, sehingga kapasitasnya untuk hidup lebih baik di usia dewasa menjadi sangat terbatas. Selain itu, kemungkinan besar sang ayah juga meninggal oleh karena penyakit yang berhubungan dengan kebiasaan merokok. Demikian seterusnya, sehingga merokok dan kemiskinan merupakan sebuah lingkaran setan
Menkes menambahkan, kebiasaan merokok di Indonesia cenderung meningkat. Berdasarkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) penduduk Indonesia usia dewasa yang mempunyai kebiasaan merokok sebanyak 31,6%. Dengan besarnya jumlah dan tingginya presentase penduduk yang mempunyai kebiasaan merokok, Indonesia merupakan konsumen rokok tertinggi kelima di dunia dengan jumlah rokok yang dikonsumsi (dibakar) pada tahun 2002 sebanyak 182 milyar batang rokok setiap tahunnya setelah Republik Rakyat China (1.697.291milyar), Amerika Serikat (463,504 milyar), Rusia (375.000 milyar) dan Jepang (299.085 milyar).
Menurut Menkes, diantara penduduk laki-laki dewasa, persentase yang mempunyai kebiasaan merokok jumlahnya melebihi 60%. Walaupun peningkatan prevalensi merokok ini merupakan fenomena umum di negara berkembang, namun prevalensi merokok di kalangan laki-laki dewasa di Indonesia termasuk yang sangat tinggi.
Sedangkan di negara maju yang terjadi justru sebaliknya, persentase perokok terus menerus cenderung menurun dan saat ini kira-kira hanya 30% laki-laki dewasa di negara maju yang mempunyai kebiasaan merokok. Hal ini disebabkan tingkat kesadaran masyarakat di negara maju akan bahaya merokok sudah tinggi. Masyarakat sudah sadar merokok merupakan faktor risiko penyebab kematian, faktor risiko berbagai penyakit dan disabilitas.
Kepala Perwakilan WHO untuk Indonesia dalam sambutan tertulis yang dibacakan Dr. Frits Reijsenbach de Haan menyatakan, masyarakat miskin adalah kelompok masyarakat yang paling menjadi korban dari industri tembakau karena menggunakan penghasilannya untuk membeli sesuatu (rokok) yang justru membahayakan kesehatan mereka.
Dalam laporan yang baru saja dikeluarkan WHO berjudul "Tobacco and Poverty : A Vicious Cycle atau Tembakau dan Kemiskinan : Sebuah Lingkaran Setan" dalam rangka peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tanggal 31 Mei 2004, membuktikan bahwa perokok yang paling banyak adalah kelompok masyarakat miskin. Bahkan di negara-negara maju sekalipun, jumlah perokok terbanyak berasal dari kelompok masyarakat bawah. Mereka pula yang memiliki beban ekonomi dan kesehatan yang terberat akibat kecanduan rokok. Dari sekitar 1,3 milyar perokok di seluruh dunia, 84% diantaranya di negara-negara berkembang.
Hasil penelitian itu juga menemukan bahwa jumlah perokok terbanyak di Madras India justru berasal dari kelompok masyarakat buta huruf. Kemudian riset lain membuktikan bahwa kelompok masyarakat termiskin di Bangladesh menghabiskan hampir 10 kali lipat penghasilannya untuk tembakau dibandingkan untuk kebutuhan pendidikan. Lalu penelitian di 3 provinsi Vietnam menemukan, perokok menghabiskan 3,6 kali lebih banyak untuk tembakau dibandingkan untuk pendidikan, 2,5 kali lebih banyak untuk tembakau dibandingkan dengan pakaian dan 1,9 kali lebih banyak untuk tembakau dibandingkan untuk biaya kesehatan.
Menurut WHO, merokok akan menciptakan beban ganda, karena merokok akan menganggu kesehatan sehingga lebih banyak biaya harus dikeluarkan untuk mengobati penyakitnya. Disamping itu meropok juga menghabiskan uang yang seharusnya digunakan untuk membeli makanan yang bergizi.
Untuk mengurangi/menghilangkan kemiskinan, pemerintah perlu segera mengatasi masalah konsumsi tembakau. Karena itu Kepala Perwakilan WHO untuk Indonesia mendorong pemerintah Indonesia untuk lebih serius lagi mempertimbangkan untuk menandatangani global Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) akhir masa penandatangan akhir Juni 2004. Dengan demikian Indonesia dapat menjadi pemimpin regional dalam gerakan pengawasan tembakau.
Selain meluncurkan buku, Menkes menyerahkan penghargaan "Manggala Karya Bakti Husada Arutala" kepada Pondok Pesantren Langitan karena jasanya dalam menciptakan Kawasan Tanpa Rokok serta penyerahan hadiah kepada 4 pemenang Quit and Win (Lomba Berhenti Merokok) yang diselenggarakan Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3).
Dari dalam pesawat dapat saya saksikan gumpulan asap coklat yang tebal mengambang di atas kota. Ternyata berbagai macam polutan udara mulai dari asap rokok, asap kendaraan bermotor, asap bakaran sampah, asap-asap pabrik, dan lain-lain yang dikeluarkan secara terus-menerus selama bertahun-tahun telah membuahkan bukan saja pemandangan tak sedap, tapi juga dampak yang buruk. Saya yang tidak tinggal dan jarang mengunjungi ibukota, merasakan dengan jelas dampak polusi ini. Di dalam kota, ketika saya menengadahkan kepala menatap ke atas, terlihat langit Jakarta yang kecokelat-cokelatan dan suhu udara yang panasnya bukan main (efek rumah kaca). Dan ketika saya jogging keesokan paginya, nafas saya sempat sesak. Ditambah lagi saya jadi sering pilek dan bersin-bersin. Hal yang lazimnya tidak saya alami di kota kediaman tempat saya tinggal di AS.
Ternyata pengalaman saya bukan merupakan sesuatu yang aneh. Kolom popular Muda harian Kompas tanggal 4 Juni menurunkan artikel mengenai polusi Jakarta dengan judul “Gawat, Kita Dikepung Polusi”ii. Penulis artikel menulis, “orang yang hidup di kota besar kebanyakan menderita gangguan pernapasan, yang baru disadari setelah menjalar ke radang tenggorokan dan paru-paru.” Mungkin karena saya tidak terbiasa dengan udara Jakarta, gangguan pernapasan ini langsung dapat saya rasakan ketika baru sampai di sana.
Lain Jakarta, lain halnya kota New York. Kota metropolis dunia ini saya yakin menghasilkan polusi udara yang sama bahkan mungkin lebih banyak dari Jakarta. Tetapi selain memiliki paru-paru kota berupa taman umum Central Park yang luasnya sekitar 3,4 juta m2 ini, banyak usaha lainnya yang telah dilakukan untuk mengurangi polusi udara di kota New York. Di antaranya adalah larangan merokok di dalam berbagai tempat umum seperti restoran, pub, gedung-gedung perkantoran, hotel, dan sebagainya (baca artikel Bahaya Asap Rokok - Red). Keadaan cuaca dan letak geografis sebuah kota juga sangat menentukan. Kota New York yang karena letak geografisnya mengalami empat musim, memiliki musim dingin di mana udara dingin ketika musim gugur dan musim salju tiba menghalau kabut tebal polusi ini ke atas. Sedangkan di Jakarta yang tropis, asap polusi ini mengambang dan terus menumpuk di udara tidak jauh dari tanah, pemandangan yang saya lihat dari pesawat ketika akan mendarat.
Sadar akan bahaya polusi udara yang tinggi, pemerintah AS juga telah mengeluarkan Undang-undang Udara Bersih (Clean Air Act) pada tahun 1990iii. UU yang tebalnya 800 halaman ini sebenarnya telah dikeluarkan sejak tahun 1970, tapi banyak amandemen baru yang dimasukkan di UU tahun 1990.
Dampak buruk polusi udara ini sangat banyak. Satu di antaranya adalah hujan asam (acid rain). Amendemen tahun 1990 UU Udara Bersih AS menargetkan pengurangan emisi sulfur dioksida dan nitrogen dioksida sampai 50 persen. Hujan asam terbentuk ketika kedua senyawa kimia tersebut bereaksi dengan oksigen, air, dan senyawa-senyawa lainnya di awan untuk membentuk solusi asam sulfur dan asam nitrik yang lemah. Sebenarnya senyawa-senyawa kimia ini juga terdapat secara alami (letusan gunung merapi dan kebakaran hutan mengeluarkan sulfur dioksida), tetapi proses alami ini hanya menghasilkan sedikit hujan asam. Air hujan biasa memiliki tingkat keasaman pH sekitar 5.6, tetapi pH air hujan asam bisa serendah 4.3 (ingat jika memakai skala pH, senyawa yang memiliki pH 4 memiliki tingkat keasaman 10 kali lebih asam ketimbang yang memiliki pH 5)iv. Mineral-mineral seperti kalsium dan magnesium sebenarnya dapat menetralkan asam-asam di tanah. Tapi sejalan dengan waktu dan erosi, banyak tanah yang kandungan mineral-mineral pentingnya berkurang.
Hujan asam dapat meningkatkan tingkat keasaman sungai dan danau yang mengakibatkan matinya ikan-ikan dan penghuni habitat kedua tempat tersebut. Hujan asam juga dapat merusak bangunan dan properti lainnya, menodainya menjadi hitam. Hal ini kentara jika kita melihat gedung-gedung di Jakarta yang bagian atasnya kehitam-hitaman. Hujan asam juga terbukti memberikan efek buruk kepada kesehatan. Udara yang terkena siraman hujan asam telah dihubungkan dengan problema pernapasan dan paru-paru pada anak-anak dan orang-orang yang menderita asma.
Perlu kemauan keras pemerintah (yang tertuang dalam sebuah UU) dan perangkat pelaksananya untuk mengurangi tingkat polusi. Tidak ketinggalan juga partisipasi kita sebagai masyarakat. Artikel Muda yang disebut di atas memiliki 21 tips untuk mengurangi polusi. Hal-hal yang dapat kita lakukan sehari-hari:
1. Mengurangi jumlah mobil lalu lalang. Misalnya dengan jalan kaki, naik sepeda, kendaraan umum, atau naik satu kendaraan pribadi bersama teman-teman (car pooling).
2. Selalu merawat mobil dengan seksama agar tidak boros bahan bakar dan asapnya tidak mengotori udara.
3. Meminimalkan pemakaian AC. Pilihlah AC non-CFC dan hemat energi.
4. Mematuhi batas kecepatan dan jangan membawa beban terlalu berat di mobil agar pemakaian bensin lebih efektif.
5. Meminimalkan penggunaan bahan kimia.
6. Membeli bensin yang bebas timbal (unleaded fuel).
7. Memilih produk yang ramah lingkungan. Misalnya parfum non-CFC.
8. Memakai plastik berulang kali. Sampah plastik sulit diurai dan kalau dibakar menimbulkan zat beracun.
9. Tidak merokok.
10. Memilah antara sampah basah dan sampah kering dan menyediakan tempat untuk keduanya.
11. Memfotokopi secara bolak-balik atau memakai kertas yang sisinya masih kosong. Menghemat kertas berarti mengurangi penggundulan hutan. Bumi yang hijau dapat menyerap polusi lingkungan lebih baik.
12. Menggunakan lampu dengan kapasitas yang tepat.
13. Bila kita menggunakan kamar kecil, jangan lupa mematikan air setelah kita pakai. Ingat, semakin banyak air terbuang percuma berarti kita turut memboroskan sumber daya alam.
14. Menghiasi rumah dan lingkungan dengan tanaman asli.
15. Kalau toilet menggunakan pengharum ruangan, pilih yang tidak mengandung aerosol.
16. Jangan membuang sampah sembarangan, terutama di sungai, selokan dan laut.
17. Menggunakan lebih banyak barang-barang yang terbuat dari kaca/keramik, bukan plastik atau styrofoam.
18. Sebisa mungkin menghindari menggunakan barang/produk dengan kemasan kecil (sachet) karena akan menambah jumlah sampah.
19. Membiasakan menggosok gigi dengan menggunakan gelas, bukan menyalakan keran terus-menerus. Jangan sia-siakan air bersih.
20. Sebisa mungkin menggunakan lap atau sapu tangan untuk menggantikan tisu yang terbuat dari kertas.
21. Mengurangi belanja yang tidak perlu agar tidak menimbulkan sampah di kemudian hari.
Selasa, 02 Juni 2009
BENZOAT, ASAM SORBAT, KOFEINA,
DAN ASPARTAM DI DALAM BEBERAPA
MINUMAN RINGAN BERSODA SECARA
KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI
Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. I, No.3, Desember 2004, 148 - 159
ISSN : 1693-9883
ABSTRACT
As the food and beverages industry grows in Indonesia, there also has been an
increase in the soft-drinks production in the society. There are elements often added
into the drinks; such as caffeine, artifical sweetener and preservatives,which the
content should be monitored. Because, if they are over-used, they will be hazardous
to health. The purpose of this research is to obtain the optimum analysis condition
for determining the content of saccharin, aspartame, benzoic acid, sorbic acid and
caffeine, which are in the soft-drinks, using the reversed phase High-Performance-
Liquid-Chromatography (HPLC). In this study, the condition used are Latek 18
column (15 cm x 4.0 mm), mobile phase as a mixture of acetonitrile and acetat
buffer pH 5(5:95), flow rate 1,0 ml/minutes and detected by a 254 nm length-wave.
The detection limit discovered by this method are for saccharin, benzoic acid, sorbic
acid, caffeine and aspartame, respectively, are 0,2 ppm; 0,2 ppm; 0,007 ppm; 0,142
ppm; and 6,5 ppm. Whereas, the quantitative limit for saccharin, benzoic acid, sorbic
acid, caffeine and aspartame, respectively, are 0,689 ppm; 0,852 ppm; 0,027
ppm; 0,452 ppm; 25,2 ppm. The calibration curve ranged between 1-60 ppm for
saccharin and benzoid acid, 1-40 ppm for caffeine, 0.05-2 ppm for sorbic acid, and
30-100 ppm for aspartame. The investigation has been done for five (5) brands od
soft-drinks. The analysis results are sample A contains caffeine 96,66 ppm, sample B
contains saccharin 112,13 ppm, benzoic acid 206,81 ppm, and caffeine 130,63 ppm.
Sample C contains benzoic acid 10,83 ppm and caffeine 97,66 ppm. Sample D contains
benzoic acid 163,78 ppm, caffeine 101,52 ppm, and aspartame 231,20 ppm.
The amounts of saccharin, benzoic acid, caffeine, and aspartame which has been
found in the sample, do not exceed the tolerance limit of usage, whereas the amount
of benzoic acid which has been found in sample B exceed the tolerance limit of
usage.
Key word : benzoic acid, sorbic acid; aspartame; caffeine; HPLC; soft drink;
saccharin.
149 Vol. I, No.3, Desember 2004
PENDAHULUAN
Seiring dengan meningkatnya
pertumbuhan industri makanan dan
minuman di Indonesia, telah terjadi
peningkatan produksi minuman
ringan yang beredar di masyarakat.
Pada minuman ringan sering ditambahkan
kofeina, pengawet dan pemanis
buatan yang kadarnya perlu
diperhatikan, karena apabila konsumsinya
berlebihan dapat membahayakan
kesehatan (Soerjodibroto, 2002 ;
Jacobson, 2000).
Pada penelitian ini akan dilakukan
pengujian terhadap bahan tambahan
yang terdapat dalam minuman
ringan, yaitu asam benzoat dan asam
sorbat sebagai pengawet, sakarin
dan aspartam sebagai pemanis buatan
dan kofeina sebagai pemberi efek
stimulan.
Analisis bahan tambahan di dalam
minuman ringan pada penelitian
ini menggunakan metode Kromatografi
Cair Kinerja Tinggi (KCKT),
karena analisis dengan KCKT cepat,
daya pisah baik, peka, penyiapan
sampel mudah, dan dapat dihubungkan
dengan detektor yang sesuai
(Johnson, 1991). Beberapa pustaka
menunjukkan bahwa metode KCKT
fase terbalik merupakan metode
terpilih untuk analisis campuran
bahan tambahan tersebut, karena zatzat
tersebut bersifat polar dan larut
dalam air sehingga sulit dipisahkan
menggunakan KCKT fase normal
yang menggunakan kolom polar dan
fase gerak yang bersifat non polar
(Meyers, 2000; Nollet, 1996).
Tujuan penelitian ini adalah
memperoleh analisis optimum untuk
penetapan kadar sakarin, aspartam,
asam benzoat, asam sorbat dan
kofeina yang terdapat di dalam minuman
ringan secara KCKT fase
terbalik.
BAHAN DAN CARA KERJA
Bahan : Bahan baku pembanding
natrium sakarin (China), natrium
benzoat (F.Goodrich Kalama USA),
kalium sorbat (Japan), kofeina
(China), dan aspartam (Ajinomoto).
Pelarut kimia metanol p.a asam asetat
glasial (e.Merck), ammonium asetat
(E.Merck), asetonitril p.a (E.Merck),
dan aquabides (Ikapharmindo).
Sampel minuman ringan berkabonasi
CC, DC, PC, DP dan CLC.
Alat : KCKT yang terdiri dari
pompa KCKT model LC-6A, detektor
UV-VIS model SPD-6AV, rekorder
dan integrator model C-R4A Chromatopac
(Shimadzu). Kolom C-18
Latek (15 cm x 4,0 mm). Spektrofotometer
UV-VIS 1601 (Shimadzu).
pH meter (Jenway). Neraca analitik
(Ohaus). Pengaduk ultrasonik
(Branson 3200). Saringan filter eluen
dan sampel 0,45 µm (Whatman). Alatalat
gelas.
CARA KERJA
1. Sampling minuman
Proses sampling minuman ringan
berkarbonasi dilakukan berdasarkan
merek yang beredar di pasaran (suMAJALAH
ILMU KEFARMASIAN 150
permarket di daerah Jakarta dan
Depok). Lima merek minuman
ringan berkabonasi dipilih untuk
dijadikan sampel dalam penelitian ini.
Pemilihan sampel berdasarkan atas
informasi kandungan bahan-bahan
yang ditambahkan ke dalam sampel
tersebut.
2. Penetapan panjang gelombang
pengukuran
a. Pembuatan larutan baku 10 ppm
Dibuat larutan standar dari
masing-masing bahan baku pembanding
dengan kadar sakarin
9,64 ppm, asam benzoat 10,101
ppm, asam sorbat 10,05 ppm,
kofeina 10,01 ppm, dan aspartam
10,03 ppm menggunakan pelarut
aquabides yang telah disaring.
b. Penetapan panjang gelombang
pengukuran
Masing-masing larutan bahan
baku pembanding tersebut
diukur serapannya pada panjang
gelombang 200-300 nm menggunakan
spektrofotometer, lalu
dibuat kurva serapannya. Kemudian
ditentukan panjang gelombang
untuk analisis.
3. Mencari kondisi percobaan optimum
untuk analisis sakarin, asam
benzoat, asam sorbat, kofeina
dan aspartam.
Larutan campuran bahan baku
pembanding sakarin, asam benzoat,
asam sorbat, kofeina dan aspartam
di dalam pelarut aquabides, disuntikkan
sebanyak 20 µl ke dalam
kolom menggunakan fase gerak
campuran asetonitril dan dapar asetat
dengan berbagai komposisi yaitu :
a. 19:81, pH dapar 4 dan 4,5
b. 10:90, pH dapar 4 ; 4,5 ; dan 5
c. 5:95, pH dapar 4 ; 4,5 ; dan 5
Dipilih komposisi dan pH dapar
yang memberikan pemisahan terbaik,
berdasarkan waktu tambat (tR),
resolusi (R), HETP, dan jumlah pelat
teori (N). Kondisi terpilih harus digunakan
pada analisis sampel.
4. Penentuan limit deteksi dan limit
kuantitatif
Dibuat larutan bahan baku pembanding
dalam aquabides yang telah
dipasang dengan konsentrasi sakarin
dalam larutan sebesar 1,416 ppm;
0,689 ppm; 0,550 ppm; 0,344 ppm; 0,2
ppm; dan 0,138 ppm, konsentrasi
asam benzoat dalam larutan sebesar
1,072 ppm; 0,852 ppm; 0,750 ppm;
0,536 ppm; 0,268 ppm; 0,206 ppm;
dan 0,150 ppm, konsentrasi kofeina
dalam larutan sebesar 1,076 ppm; 0,5
ppm; 0,452 ppm; 0,269 ppm; 0,142
ppm; dan 0,086 ppm, konsentrasi
asam sorbat dalam larutan sebesar
0,055 ppm; 0,027 ppm, 0,013 ppm,
0,0074 ppm; dan 0,0057 ppm dan
konsentrasi aspartam dalam larutan
sebesar 25,2 ppm; 20,64 ppm; 10,32
ppm; 6,5 ppm; dan 5,16 ppm.
Larutan bahan baku pembanding
tersebut disuntikkan sebanyak 20 µl
pada kolom dengan kondisi analisis
terpilih. Limit deteksi dan limit kuantitatif
ditentukan dengan membandingkan
tinggi puncak zat dengan
tinggi puncak derau. Tinggi puncak
151 Vol. I, No.3, Desember 2004
derau adalah tinggi puncak terbesar
yang dihasilkan oleh garis dasar
pelarut.
Batas minimum limit deteksi
adalah tinggi puncak zat 2 dan 3 kali
lebih tinggi dari tinggi puncak derau,
sedangkan batas minimum limit
kuantitatif adalah tinggi puncak zat
10 kali lebih tinggi dari tinggi puncak
derau.
5. Pembuatan kurva kalibrasi
Dibuat larutan sakarin dalam
pelarut aquabides yang telah disaring
dengan konsentrasi 5,66 ppm;
11,32 ppm; 22,64 ppm; 45,28 ppm;
dan 56,6 ppm lalu disuntikkan sebanyak
20 µl ke dalam kolom menggunakan
kondisi analisis terpilih.
Catat area yang diperoleh lalu dibuat
kurva kalibrasinya. Prosedur di atas
diulangi untuk pembuatan kurva
kalibrasi asam benzoat, asam sorbat,
kofeina, dan aspartam.
Untuk kurva kalibarsi asam
benzoat, dibuat larutan aam benzoat
dengan konsentrasi 1,012 ppm; 5,06
ppm; 10,12 ppm; 20,24 ppm; 40,48
ppm; dan 60,72 ppm. Untuk kurva
kalibrasi asam sorbat dibuat larutan
asam sorbat dengan konsentrasi
0,0509 ppm; 0,1018 ppm; 0,509 ppm;
1,018 ppm; 2,036 ppm; dan 3,054 ppm.
Untuk kurva kalibrasi kofeina, dibuat
larutan dengan konsentrasi 1,01 ppm;
5,05 ppm; 10,1 ppm; 20,2 ppm; dan
40,4 ppm. Sedangkan untuk kurva
kalibrasi aspartam, dibuat larutan
aspartam dengan konsentrasi 30,24
ppm; 40,32 ppm; 50,4 ppm; 60,48 ppm;
dan 100,8 ppm.
6. Penentuan keterulangan metoda
analisis sakarin, asam benzoat,
asam sorbat, kofeina dan aspartam
Dibuat larutan sakarin dalam
pelarut aquabides yang telah disaring
dengan konsentrasi 21,88 ppm;
dan 28,57 ppm. Masing-masing
konsentrasi disuntikkan enam kali ke
dalam kolom, lalu area yang diperoleh
dicatat dan dihitung konsentrasinya
berdasarkan kurva kalibrasi
yang diperoleh. Tentukan koefisien
variasi dari masing-masing konsentrasi
dan variasi rata-rata konsentrasi
tersebut.
Prosedur yang sama diulang
untuk asam benzoat, asam sorbat,
kofeina, dan aspartam. Untuk asam
benzoat dibuat dengan kosentrasi
14,35 ppm; dan 34,01 ppm. Untuk
asam sorbat dibuat dengan konsentrasi
0,85 ppm; dan 1,63 ppm. Untuk
kofeina dibuat dengan konsentrasi
10,1 ppm; dan 20,2 ppm. Sedangkan
untuk aspartam dibuat dengan
konsentrasi 40,32 ppm; dan 45,95
ppm.
7. Uji perolehan kembali
Uji perolehan kembali dilakukan
dengan menambahkan sejumlah
bahan baku pembanding sakarin,
asam benzoat, asam sorbat, kofeina,
dan aspartam ke dalam sampel
minuman ringan yang sebelumnya
telah ditentukan kadar sakarin, asam
benzoat, asam sorbat, kofein dan
aspartamnya. Dihitung perolehan
kembalinya.
MAJALAH ILMU KEFARMASIAN 152
8. Identifikasi sakarin, asam benzoat,
asam sorbat, kofeina, dan
aspartam dalam sampel.
Menggunakan kondisi analisis
terpilih dan komposisi fase gerak
lain, 20 µl sampel disuntikkan ke
dalam kolom dan dicatat waktu tambat
puncak-puncak yang dihasilkan
oleh sampel. Jika puncak-puncak
tersebut mempunyai waktu tambat
yang kurang lebih sama dengan
waktu tambat puncak bahan baku
pembanding sakarin, asam benzoat,
asam sorbat, kofeina, dan aspartam,
maka disimpulkan bahwa pada
sampel terdapat zat-zat tersebut.
Cara lain untuk memastikan
apakah puncak yang dihasilkan
sampel adalah benar puncak sakarin,
asam benzoat, asam sorbat, kofeina,
dan aspartam, yaitu dengan menambahkan
sejumlah bahan baku zat-zat
tersebut ke dalam sampel, lalu sampel
dikromatografi lagi. Apabila
puncak yang diduga meningkat
intensitasnya, maka dapat disimpulkan
bahwa memang benar puncak
tersebut puncak zat yang diduga.
9. Penetapan kadar
Beberapa minuman ringan yang
beredar di pasaran diperiksa kadar
sakarin, asam benzoat, asam sorbat,
kofeina dan aspartamnya menggunakan
kondisi analisis terpilih. Sampel
diencerkan sebanyak lima kali menggunakan
pelarut aquabides, lalu
disuntikkan sebanyak 20 µl ke dalam
kolom. Area yang diperoleh dicatat,
lalu dihitung kadarnya menggunakan
kurva kalibrasi masing-masing zat.
PEMBAHASAN DAN HASIL
PERCOBAAN
Mekanisme pemisahan yang
terjadi didasarkan pada kompetensi
antara fase gerak dan sampel berikatan
dengan kolom. Zat yang
keluar terlebih dahulu, adalah zat
yang yang lebih polar daripada zar
yang lainnya, sedangkan zat yang
tertahan lebih lama dari kolom,
merupakan zat yang lebih non polar.
Semakin polar fase gerak, waktu
tambat sampel semakin lambat dan
semakin non polar fase gerak, sampel
semakin cepat keluar (Meyers,
2000).
Metode dan kondisi awal yang
menjadi acuan pada percobaan ini
adalah kolom C18, fase gerak
merupakan campuran asetronitril dan
dapar asetat (2% asam asetat dan 0,5
% ammonium asetat dalam air) pH 4
(19 : 81), detektor UV 254 nm.
Kondisi awal ini disesuaikan dengan
alat yang tersedia agar dapat
diterapkan pada analisis sampel.
Untuk menentukan pajang gelombang
analisis yang akan digunakan,
dibuat spektrum serapan larutan
standar sakarin, asam benzoat, asam
sorbat, kofeina, dan aspartam dengan
konsetrasi 10 ppm, pada pajang
gelombang 200-300 nm. Panjang
gelombang analisis yang dipilih
adalah 254 nm, karena pada panjang
gelombang tersebut, semua zat
memberi puncak yang baik. Pemilihan
pajang gelombang harus mempertimbangkan
kadar zat pada
sampel yang akan dianalisis.
153 Vol. I, No.3, Desember 2004
Untuk mencari kondisi percobaan
optimum untuk analisis sakarin,
azam benzoat, asam sorbat, kofeina,
dan aspartam dicobakan beberapa
komposisi fase gerak yang merupakan
penyesuaian dari fase gerak
acuan (campuran asetonitril dan
dapar asetat pH 4 (19:81)). Komposisi
itu adalah campuran asetonitril dan
dapar asetat pH 4 sampai pH 5
dengan perbandingan 19:81, 10:90,
dan 5:95. Parameter yang dipakai
untuk menetapkan kondisi percobaan
optimum adalah resolusi, N, dan
HETP.
Walaupun resolusi yang baik
(lebih besar dari 1,5) untuk kelima
zat telah tercapai pada komposisi
campuran asetonitril dan dapar asetat
pH 4 dan 5 (10:90), tetapi komposisi
ini belun dapat diterapkan pada analisis
sampel karena belum dapat
menghasilkan pemisahan yang baik,
khususnya untuk sakarin. Karena di
dalam sampel terdapat zat lain yang
mempunyai waktu tambat berdekatan
dengan sakarin. Pemisahan
sakarin dengan zat lain yang mempunyai
waktu tambat berdekatan
dengan sakarin tersebut, telah tercapai
pada komposisi perbandingan
5:95 pH 5. Maka disimpulkan bahwa
kondisi optimum yang digunakan
pada analisis adalah kolom Latek 18
(15 cm x 4,0 mm), fase gerak berupa
campuran asetonitril dan dapat asetat
pH 5 (5:95), kecepatan aliran 1,0 ml/
menit, dideteksi pada panjang gelombang
254 nm, dan sesitivifas alat
0,04.
Sebelum masuk ke pembuatan
kuva kalivrasi, dilakukan terlebih
dahulu uji untuk mengetahui limit
deteksi dan limit kuantitatif tiap zat.
Gambar 1 : Kurva serapan larutan asam sorbet 10,05 ppm (I), kofeina 10,01 ppm
(II), sakarin 9,64 ppm (III), asam benzoat 10,01 ppm (IV), dan aspartame 10,03 ppm
(V) dalam pelarut aquabides pada panjang gelombang 190-290 nm.
MAJALAH ILMU KEFARMASIAN 154
Uji ini dilakukan untuk mengetahui
batas konsetrasi minimum zat yang
masih dapat memenuhi kriteria
cermat dan seksama. Nilai koefisien
korelasi untuk kurva kalibrasi kelima
zat cukup baik, yaitu sekitar 0,999.
Untuk mengetahui keterulangan
metoda analisis, dilakukan uji keterulangan
yang dilakukan dengan
penyutikan secara berulang (enam
kali) larutan baku zat, lalu dihitung
simpangan baku relatif atau koefisien
variasinya (KV), dengan nilai KV
yang memenuhi syarat adalah lebih
kecil dari 2%. Didapat hasil bahwa
koefisien variasi untuk kelima zat
memenuhi syarat, yaitu lebih kecil
dari pada 2%, dimana koefisien
variasi untuk sakarin 0,69%, asam
benzoat 1,29%, asam sorbat 1,44%,
kofein 1,04% dan aspartam 1,56%.
Selain uji keterulangan, juga
dilakukan uji perolehan kembali.
Pada uji ini, dilakukan penambahan
sejumlah zat baku ke dalam sampel
yang telah dihitung kadar masingmasing
zatnya dalam tiga konsetrasi
yang berbeda. Setelah itu, sampel tadi
disuntikkan lagi ke dalam alat lalu
dihitung konsentrasi perolehan
kembalinya. Hasil yang memenuhi
syarat untuk uji perolehan kembali ini
adalah 90% - 110%. Didapat hasil
bahwa perolehan kembali tiap zat
memenuhi syarat, yaitu untuk sakarin
99,3%, asam benzoat 98,73%, asam
sorbat 98,59%, kofeina 99,66% dan
aspartam 96,36%.
Pada sampel terdapat juga zatzat
lain yang mempunyai waktu
tambat yang berdekatan dengan
watu tambat zat, khusunya sakarin.
Oleh karena itu, perlu dilakukan
identifikasi puncak yang dihasilkan
oleh sampel untuk memastikan
bahwa puncak itu adalah puncak
sampel yang dimaksud.
Cara untuk memastikan adalah
dengan mengkromatografi sampel
menggunakan komposisi fase gerak
lain selain komposisi fase gerak
terpilih. Waktu tambat puncak yang
Tabel 1. Resolusi Sakarin, Asam benzoat, Asam sorbat, Kofeina, dan Aspartam
pada Berbagai Komposisi Fase Gerak
155 Vol. I, No.3, Desember 2004
dihasilkan oleh sampel, dibandingkan
dengan waktu tambat puncak
bahan baku pembanding. Dari hasil
pengamatan, disimpulkan bahwa
sakarin hanya terdapat pada sampel
B, karena hanya pada sampel B,
puncak sakarin terbentuk di setiap
komposisi fase gerak yang dipakai.
Kesimpulan tersebut diperkuat
dengan meningkatnya intensitas
puncak yang diduga setelah dilakukan
penambahan sejumlah bahan
baku pembanding ke dalam sampel.
Untuk zat-zat lain, disimpulkan
bahwa asam benzoat terdapat pada
sampel A, B, C, dan D, kofeina
terdapat pada sampel A, B, C, D, dan
E, dan aspartam hanya terdapat pada
sampel D. Pada kelima sampel tidak
ditemukan adanya asam sorbat.
Penetapan kadar sampel dilakukan
dengan kondisi yang sudah
diperoleh. Untuk masing-masing
sampel (5 merek minuman ringan)
dilakukan triplo dan hasil analisis
yang diperoleh adalah sampel A
mengandung kofeina 96,66 ppm.
Sampel B mengandung sakarin 112,13
ppm, asam benzoat 206,81 ppm dan
kofeina 130,63 ppm. Sampel C mengandung
asam benzoat 10,83 ppm dan
kofeina 97,66 ppm. Sampel D mengandung
asam benzoat 163,78 ppm,
kofeina 101,52 ppm dan aspartam
231,30 ppm. Kadar sakarin, asam
benzoat, kofeina, dan aspartem yang
ditemukan pada sampel tidak melewati
batas maksimum penggunaan
yang diperbolehkan.
Gambar 2 : Kromatogram campuran standar sakarin 27,35 ppm (I), asam benzoate
15,21 ppm (II), asam sorbat 1,02 ppm (III), kofeina 10,1 ppm (IV), aspartame 50,4
ppm (V). Volume penyuntikan : 20 µl. kondisi : kolom Latek C18 (15 cm x 4,0 mm),
fase gerak campuran asetonitril dan dapar asetat pH 5 (5:95), kecepatan aliran 1
ml/menit, detector spektrofotometer UV 254 nm, dengan sensitivitas 0,04.
MAJALAH ILMU KEFARMASIAN 156
Gambar 3 : Kromatogram asam benzoat (1) dan kofeina (II) pada sampel A. Volume
penyuntikan : 20 µl. kondisi : kolom Latek C18 (15 cm x 4,0 mm), fase gerak
campuran asetonitril dan dapar asetat pH 5 (5:95), kecepatan aliran 1 ml/menit,
detector spektrofotometer UV 254 nm, dengan sensitivitas 0,04.
Gambar 4 : Kromatogram sakarin (1), asam benzoate (II) dan kofeina (III) pada
sampel B. Volume penyuntikan : 20 µl. kondisi : kolom Latek C18 (15 cm x 4,0
mm), fase gerak campuran asetonitril dan dapar asetat pH 5 (5:95), kecepatan
aliran 1 ml/menit, detector spektrofotometer UV 254 nm, dengan sensitivitas 0,04.
157 Vol. I, No.3, Desember 2004
Gambar 5 : Kromatogram asam benzoat (1) dan kofeina (II) pada sampel C. Volume
penyuntikan : 20 µl. kondisi : kolom Latek C18 (15 cm x 4,0 mm), fase gerak
campuran asetonitril dan dapar asetat pH 5 (5:95), kecepatan aliran 1 ml/menit,
detector spektrofotometer UV 254 nm, dengan sensitivitas 0,04.
Gambar 6 : Kromatogram asam benzoate (I), kofeina (II) dan aspartame (III) pada
sampel D. Volume penyuntikan : 20 µl. kondisi : kolom Latek C18 (15 cm x 4,0
mm), fase gerak campuran asetonitril dan dapar asetat pH 5 (5:95), kecepatan
aliran 1 ml/menit, detector spektrofotometer UV 254 nm, dengan sensitivitas 0,04.
MAJALAH ILMU KEFARMASIAN 158
Gambar 7 : Kromatogram kofeina (I) pada sampel E. Volume penyuntikan : 20 µl.
kondisi : kolom Latek C18 (15 cm x 4,0 mm), fase gerak campuran asetonitril dan
dapar asetat pH 5 (5:95), kecepatan aliran 1 ml/menit, detector spektrofotometer
UV 254 nm, dengan sensitivitas 0,04.
KESIMPULAN
1. Metoda Kromatogarfi Cair Kinerja
Tinggi (KCKT) dapat digunakan
untuk menetapkan kadar
sakarin, asam benzoat, asam
sorbat, kofeina dan aspartam yang
terdapat di dalam minuman ringan,
dengan kondisi analisis
sebagai berikut : kolom Latek C18
(150 x 4 mm), fase gerak campuran
asetonitril dan dapar asetat pH 5
(5:95), kecepatan aliran fase gerak
1 ml/menit, detektor spektrofotometer
Ultra Violet (UV) pada
panjang gelombang 254 nm, dan
sensitivitas 0,04.
2. Limit deteksi yang diperoleh pada
metode ini adalah untuk sakarin
0,2 ppm, untuk asam benzoat 0,2
ppm, untuk asam sorbat 0,007
ppm, untuk kofeina 0,142 ppm,
dan untuk aspartam 6,5 ppm,
sedangkan limit kuantitatif yang
diperoleh adalah untuk sakarin
0,689 ppm, untuk asam benzoat
0,852 ppm, untuk asam sorbat
0,027 ppm, untuk kofeina 0,452
ppm dan untuk aspartam 25,2
ppm.
3. Sampel minuman ringan yang
diperiksa memberikan hasil sebagai
berikut : kadar sakarin yang
terdapat pada sampel B = (1112,13
+ 1,36) ppm, kadar asam benzoat
yang terdapat pada sampel B =
(206,81 + 0,61) ppm, sampel C =
(10,83 + 0,08) ppm, sampel D =
(163,78 + 0,69) ppm, dan pada
sampel A kadar asam benzoat
159 Vol. I, No.3, Desember 2004
(07-03-2007) -
Pengunaan plastik sedemikian meluasnya bahkan karena sangat tinggi tingkat ketergantungan padanya sehingga
hampir-hampir sudah tak dapat terpisahkan dari kehidupan keseharian kita, tak terkecuali untuk kemasan makanan.
Tidak heran karena plastik merupakan bahan pembungkus makanan yang murah harganya, mudah didapat dan tahan
lama. Tetapi di balik itu, banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahaya dari plastik itu sendiri, apabila kita tidak
benar menggunakannya.
Narasumber IPTEK VOICE edisi hari ini Dr. Agus Haryono dari Pusat Penelititan Kimia (LIPI); mengatakan setiap hari
ketergantungan terhadap plastik semakin tinggi, namun bahayanya kurang disadari oleh masyarakat. Sesungguhnya
penggunaan bahan plastik dalam konsumsi makanan tidak perlu ditakutkan, asalkan kita tahu cara menggunakannya
dengan benar. Penjelasan ini disampaikan oleh narasumber saat siaran IPTEK VOICE, hari Selasa, tanggal 6 Maret
2007 langsung dari studio mini Kementerian Negara Riset dan Teknologi pada frekuensi 105.0 FM (RRI Pro 2 FM
Jakarta).
Bagi masyarakat awam cara mudah untuk menghindari bahanya plastik, yaitu dengan membedakan antara plastik untuk
kemasan makanan dan untuk keperluan lainnya. Karena karakteristik peruntukannya maka bahan baku dan proses
pembuatannya pun berbeda. Plastik untuk kemasan bahan makanan seharusnya dibuat berdasarkan Standar Nasional
Indonesia (SNI) sehingga lebih aman pada suhu tertentu dan lemak/minyak.
Pada plastik untuk kegunaan lainnya, misalnya plastik keresek, hindari pemakainnya dari makanan berminyak dan suhu
panas, karena zat-zat adiktif dalam plastik mudah terurai dalam lemak dan panas, apabila terkontaminasi dengan
makanan yang masuk ke dalam tubuh, secara akumulaitf pada binatang percobaan dapat mengakitbatkan penyakit
kanker, perubahan hormon dan menyebabkan kelahiran berjenis kelamin ganda.
Hal ini tentu, dikhawatirkan dapat berdampak buruk juga bagi kesehatan manusia. "Karena tidak semua produk kemasan
plastik tercantum SNI, maka lebih baik tidak memasukkan makanan panas dan belemak/berminyak ke dalamnya." imbuh
Agus. Lalu bagaimana dengan botol susu untuk balita? "Setelah botol direbus, dinginkan. Buatlah adukan susu panas di
gelas kaca, setelah hangat, baru masukkan ke botol." jelas Agus Selain itu, banyaknya plastik dengan jenis melamin
untuk wadah makanan yang dijual di pasar dengan bentuk dan motif menarik serta harga murah membuat masyarakat
tertarik untuk membeli tanpa memperhatikan keaslian produk.
"Cara yang paling mudah untuk mengetahui keasliannya yaitu dengan merebus plastik tempat wadah makanan dalam
air panas selama satu jam, apabila terjadi perubahan bentuk atau pecah, maka dapat diindikasikan melamin tersebut
palsu. Melamin palsu terbuat dari bahan yang berbahaya seperti, formalin, urea dan bahan berbahaya lainnya." ungkap
Agus Haryono .
Selain itu, untuk menyelamatkan lingkungan dari bahaya plastik, saat ini telah dikembangkan plastik biodegradable,
artinya plastik ini dapat diuraikan kembali oleh mikroorganisme secara alami. Plastik yang demikian, terbuat dari material
yang dapat diperbaharui, yaitu dari senyawa-senyawa yang terdapat dalam pati tanaman misalnya tapioka, jagung.
Namun penggunaan plastik ini mengalami kendala yaitu harga yang jauh lebih mahal dari plastik biasanya.
"Kalau masyarakat sudah terdidik dan memperhatikan kesehatan, maka produsen akan mengikuti." yakin Agus. Di
Indonesia belum diterapkan standar penggunaan plastik, masih sebatas himbauan. Berbeda dengan negara maju
lainnya misalnya Jepang, telah diterapkan standar penggunaan plastik dan sanksi terhadap pelanggaran penggunaan
plastik. "Plastik bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan, asalkan kita mengetahui cara berinteraksi dengan benar dan
lebih selektif dalam penggunaan plastik, maka hidup kita akan lebih aman dan sehat." ujar Agus untuk mengakhiri diskusi
http://www.ristek.go.id/index.php?mod=News&conf=v&id=1657
http://www.indonesia.go.id/id - REPUBLIK INDONESIA Powered by Joomla Generated: 28 April, 2008, 19:07
Senin, 01 Juni 2009
RAGU DALAM SHOLAT???SUJUD SAHWI
: أما بعد
Tidak jarang disaat kita melaksanakan sholat, baik dalam keadaan sholat, maupun sudah selesai salam, timbul rasa keraguan dalam hati kita. Keraguan tersebut bisa berupa lupa jumlah raka`at yang telah dikerjakan (tertambah ataupun terkurangi), lupa tasyahhud awal, ragu saat sholat sedang berada di raka`at keberapa dan lain sebagainya.
Dan bila hal ini terjadi pada kita, jangan risau maupun bingung. Beruntunglah bagi orang yang mencintai sunnah, yakni ahlussunnah wal jama`ah. Kenapa? Karena kita tidak perlu mengada-adakan sesuatu ataupun mengarang-ngarangnya seperti yang sering dilakukan ahlul bida`seperti kaum sufi, kaum syiah, tariqat-tariqat dan seluruh firqoh yang sesat dan menyesatkan diluar ahlul hadith, ahlussunnah waljama`ah. Sebab telah ada sunnah yang telah dicontohkan Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam kepada kita tentang hal ini. Mau tahu…? Silahkan simak penjelasannya di bawah ini:
[Kasus 1].
Apabila seseorang lupa dalam sholatnya, sehingga tertambah 1 kali ruku` atau 1 kali sujud atau 1 kali berdiri atau 1 kali duduk, maka orang tersebut harus meneruskan sholatnya sampai salam, untuk selanjutnya melaksanakan sujud sahwi (dua kali sujud), lalu salam kembali.
Contohnya:
Apabila seseorang melaksanakan sholat Dzuhur, kemudian dia berdiri untuk raka`at ke lima (ke-5), tiba-tiba ia ingat ataupun diingatkan orang lain, maka ia harus duduk kembali TANPA TAKBIR, lalu membaca tasyahhud akhir dan salam, kemudian ia sujud sahwi (dua kali sujud) lalu salam kembali.
# Bila orang tersebut mengetahuinya (tambahan tadi) setelah selesai sholat, maka ia tetap harus sujud sahwi dan salam kembali.
[Kasus 2].
Apabila seseorang salam sebelum sempurna sholatnya karena lupa, namun tidak lama berselang setelah salam tersebut tiba-tiba ia ingat ataupun diingatkan orang lain dengan catatan lama waktu ia teringat atau diingatkan tersebut kira-kira sama dengan lamanya dia sholat (mulai sholat sampai salam) maka ia harus menyempurnakan sholatnya yang tertinggal tadi kemudian salam dan setelah itu sujud sahwi (dua kali sujud) dan salam kembali.
Contohnya:
Apabila seseorang sholat Dzuhur, kemudian ia lupa dan langsung salam pada raka`at ke 3 (tiga), tiba-tiba ia ingat ataupun diingatkan orang lain, maka dia harus menyempurnakan raka`at ke 4 (empat) dan salam, lalu sujud sahwi (dua kali sujud) untuk seterusnya salam.
# Bila orang tersebut sadar akan kekurangan raka`atnya tersebut DALAM JANGKA WAKTU YANG LAMA, maka ia harus mengulang sholatnya dari awal.
[Kasus 3].
Apabila seseorang meninggalkaan tasyahhud awal atau kewajiban lainnya dalam sholat KARENA LUPA, maka ia harus sujud sahwi (dua kali sujud) sebelum salam. Dan hal ini menjadi tidak mengapa baginya. Namun jika ia ingat bahwa ia belum membaca tasyahhud awal tersebut atau kewajiban lainnya itu sebelum berobah posisi-nya, maka hendaklah ia tunaikan (tasyahhud awal atau kewajiban lainnya tersebut). Dan hal demikian menjadi tidak mengapa baginya.
Jika ia ingat setelah perubahan posisi tetapi sebelum sampai pada posisi yang berikutnya, hendaklah ia kembali ke posisi yang pertama untuk menunaikan tasyahhud awal atau kewajiban lainnya tersebut.
Contohnya:
Apabila seseorang lupa tasyahhud awal dan ia langsung berdiri ke raka`at ke 3 (tiga) dengan sempurna maka ia tidak boleh kembali duduk dan wajib atasnya sujud sahwi sebelum salam.
# Bila ia duduk tasyahhud tetapi lupa membaca tasyahhud, kemudian ingat sebelum berdiri, maka ia harus membaaca tasyahhud dan kemudian menyempurnakan sholatnya, TANPA SUJUD SAHWI.
# Demikian juga bila ia berdiri seblum tasyahhud kemudian ingat sebelum berdirinya sempurna, maka ia harus kembali duduk dan bertasyahhud untuk kemudian menyempurnakan sholatnya.
# catatan:
Tetapi para `Ulama menyatakan bahwa ia harus tetap sujud sahwi dikarenakan ia telah menambah satu gerakan yakni bangkit ketika hendak berdiri ke raka`at ke 3. Wallahu a`lam
[Kasus 4].
Apabila seseorang ragu dalam sholatnya apakah telah 2 raka`at atau sudah 3 raka`at dan ia TIDAK MAMPU menentukan yang paling rojih (kuat) diantara keduanya maka ia harus membangun di atas yaqin JUMLAH YANG TERKECIL kemudian sujud sahwi sebelum salam dan setelah itu ia memberi salam.
Contohnya:
Apabila ia sholat Dzuhur dan ragu pada raka`at ke 2 (dua), apakah ini masih berada di raka`at ke 2 (dua) atau sudah ke 3 (tiga) dan ia tidak mampu menentukan yang paling rojih (benar) diantara keduanya maka ia harus memilih yang 2 (dua) raka`at (jumlah terkecil). Kemudian ia sempurnakan sisanya lalu sujud sahwi (dua kali sujud) sebelum salam kemudian setelah itu memberi salam.
[Kasus 5].
Apabila seseorang ragu dalam sholatnya, apakah telah 2 (dua) raka`at atau sudah 3 (tiga) raka`at, namun walaupun demikian, ternyata ia MAMPU untuk menentukan yang paling rojih (benar), maka ia harus membangun diatas yang diyakininya itu (apakah yang 2 raka`at ataupun yang 3 raka`at) kemudian ia sempurnakan hingga salam lalu ia sujud sahwi kemudian salam kembali.
Contohnya:
Apabila seseorang sholat Dzuhur, kemudian ia ragu pada raka`at ke 2; apakah ia masih dalam raka`at ke 2 atau sudah masuk raka`at ke 3. Namun kemudian timbul keyakinan yang kuat dalam hatinya bahwa ia berada pada raka`at ke 3 maka ia harus membangun sholatnya di atas keyakinannya itu (raka`at ke 3) lalu ia sempurnakan sholatnya hingga salam, kemudian ia sujud sahwi untuk selanjutnya salam kembali.
# Apabila keraguan datang kembali setelah ia selesai dari sholatnya, maka itu tidak dianggap atau ia tidak perlu memperdulikannya kecuali ia yakin sekali.
# Apabila ia sering ragu, maka keraguannya itu tidak dianggap atau ia tidak perlu memperdulikannya, karena itu hanyalah merupakan rasa was-was (dari syaiton).
Demikian penjelasan tentang sujud sahwi. Semoga bermanfaat dan selamat menjalankan sunnah ini.~
FATWA POLIGAMI
Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz ditanya:
Sebagian orang berkata bahwa menikahi lebih dari satu istri tidak disyariatkan kecuali bagi orang yang memegang tanggung jawab atas anak-anak yatim perempuan dengan berdalil firman Allah Ta'ala :
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ
"Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. " (An-Nisaa': 3)
Kami mengharap dari Fadhilatusy Syaikh penjelasan yang sebenarnya dari permasalahan tersebut.
JAWABAN :
Ini pendapat yang batil (salah).
Makna ayat yang mulia tersebut adalah, bila di bawah pemeliharaan salah seorang dari kalian terdapat seorang perempuan yatim, lalu ia khawatir jika menikahinya tidak bisa memberikan mahar yang sebanding, maka hendaknya ia mencari (wanita) yang lain. Karena sesungguhnya wanita itu banyak dan Allah tidak menjadikannya sempit (terbatas).
Ayat tersebut menunjukkan disyariatkannya menikahi wanita dengan jumlah dua, tiga, atau empat karena hal tersebut lebih sempurna di dalam memelihara (bagi suami), baik terhadap syahwat maupun pandangan matanya.
Juga karena hal tersebut merupakan sebab memperbanyak keturunan, menjaga kehormatan wanita, berbuat baik kepada mereka, dan memberikan nafkah kepada mereka.
Tidak diragukan lagi bahwa wanita yang memiliki hak setengah dari suami (karena suami memiliki dua istri), atau sepertiga atau seperempat (karena ada 3 atau 4 istri), itu lebih baik daripada wanita yang tidak memiliki suami. Akan tetapi dengan syarat harus ada keadilan dan kemampuan.
Bagi yang khawatir tidak bisa berbuat adil, maka mencukupkan diri dengan satu istri bersama dengan yang dimiliki berupa budak perempuan. Ini semua ditunjukkan dan ditegaskan dengan perbuatan Nabi dimana beliau ketika meninggal dunia masih memiliki 9 istri, sementara Allah Ta'ala berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu." (Al-Ahzab: 21(
Namun beliau telah menjelaskan kepada umatnya bahwa tidak boleh bagi seorang pun dari umatnya dalam satu waktu memiliki lebih dari 4 istri.
Disimpulkan dari hal tersebut bahwa meniru Nabi di sini dengan cara menikahi empat istri atau kurang dari itu. Adapun lebih dari itu maka merupakan kekhususan bagi Nabi Shalallahu'alaihi wassallam.
(Lihat Fatawa Mar'ah 2/61. )
PERTANYAAN : Apakah Surat An-Nisaa' ayat 129 telah menghapus hukum Surat An-Nisaa' ayat 3 (Tentang keharusan berbuat Adil) ?
Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya:
Di dalam Al-Quran terdapat ayat tentang poligami yang menyebutkan:
فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً
"Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja." (An-Nisaa': 3)
Juga firman Allah dalam ayat lain:
وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ
"Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian. " (An-Nisaa': 129)
Pada ayat pertama disyaratkan untuk adil di dalam hal menikah lebih dari satu istri dan pada ayat kedua dijelaskan bahwa syarat untuk berbuat adil itu tidak akan mungkin dilakukan. Maka apakah ayat kedua itu menghapus hukum dari ayat pertama yang berarti tidaklah pernikahan itu melainkan hanya dengan satu istri karena syarat adil tidak mungkin bisa dilakukan?
Berilah kami pengetahuan, semoga Allah membalas anda dengan kebaikan.
JAWABAN :
Tidak ada pertentangan di dalam dua ayat tersebut dan tidak pula ada penghapusan hukum oleh salah satu dari kedua ayat tersebut terhadap yang lainnya.
Perbuatan adil yang diperintahkan adalah yang sesuai kemampuan, yaitu adil di dalam pembagian waktu bermalam dan pemberian nafkah.
Sedangkan adil dalam masalah cinta dan hal-hal yang berkaitan dengannya seperti perbuatan intim dan sejenisnya, maka hal ini tidak ada kemampuan. Permasalahan tersebut yang dimaksudkan dengan firman Allah Ta'ala :
وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ
"Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri- isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian." (An-Nisaa': 129)
Oleh karena itu telah kuat riwayat hadits dari Nabi pada riwayat Aisyah Radhiyallahu'anha, ia berkata:
"Beliau biasa membagi hak diantara istri-istrinya lalu beliau berdoa: 'Ya Allah, inilah usahaku membagi terhadap apa yang aku mampu, maka janganlah Engkau cela aku terhadap apa yang Engkau mampu sedangkan aku tidak mampu. " (Riwayat Abu Dawud, At Tirmidzi, An-Nasal, dan Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan- AlHakim)
PERTANYAAN : Apakah disyaratkan adanya ridha istri pertama di dalam berpoligami ?
Al-Lajnah Ad-Daimah lil Ifta ditanya:
Tidak diragukan lagi bahwa Islam membolehkan adanya poligami, maka apakah diharuskan bagi suami untuk meminta keridhaan istri pertama sebelum menikahi istri kedua?
JAWABAN :
Tidak wajib bagi suami bila ingin menikah dengan istri kedua harus ada keridhaan istri pertama.
Akan tetapi termasuk dari akhlak yang baik dan pergaulan yang harmonis untuk menjadikan senang hati istri pertama dengan cara meringankan baginya hal-hal yang bisa menyakitkan, yang ini termasuk dari tabiat wanita dalam permasalahan poligami.
Caranya yaitu dengan wajah yang berseri-seri, ucapan yang manis, dan dengan hal-hal yang bisa memudahkan keadaan, seperti pemberian sejumlah barang untuk mendapatkan ridhanya. (Majalah Al Buhuts Al Islamiyyah 2/67)
KEISTIMEWAAN DOA DZIKIR PAGI DAN SORE
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلاَ أَوْلاَدُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta kalian dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi." (Al-Munaafiquun:9)
Di antara dzikir-dzikir yang disunnahkan untuk dibaca dan diamalkan adalah dzikir pagi dan sore. Dzikir pagi dilakukan setelah shalat shubuh sampai terbit matahari atau sampai matahari meninggi saat waktu dhuha, kira-kira jam tujuh atau jam delapan. Adapun dzikir sore dilakukan setelah shalat 'ashar sampai terbenam matahari atau sampai menjelang waktu 'isya.
Banyak sekali keutamaan dzikir pagi dan sore sebagaimana yang dijelaskan di dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Adapun bacaannya dan penjelasan tentang keutamaannya adalah sebagai berikut:
1. Membaca:
الْحَمْدُ لِلَّهِ وَحْدَهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ
Dibaca sekali ketika pagi dan sore. Dari Anas yang dia memarfu'kannya (sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam), "Sungguh aku duduk bersama suatu kaum yang berdzikir kepada Allah setelah shalat shubuh sampai terbitnya matahari lebih aku sukai daripada membebaskan/memerdekakan empat orang dari keturunan Nabi Isma'il (bangsa 'Arab). Dan sungguh aku duduk bersama suatu kaum yang berdzikir kepada Allah setelah shalat 'ashar sampai terbenamnya matahari lebih aku sukai daripada membebaskan empat orang (budak)." (HR. Abu Dawud no.3667 dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Shahih Abu Dawud 2/698)
2. Membaca ayat kursi (Al-Baqarah:255)
Dibaca sekali ketika pagi dan sore. "Barangsiapa membacanya di pagi hari maka akan dilindungi dari (gangguan) jin sampai sore, dan barangsiapa yang membacanya di sore hari maka akan dilindungi dari gangguan mereka (jin)." (HR. Al-Hakim 1/562 dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Shahih At-Targhiib wat Tarhiib 1/273)
3. Membaca surat Al-Ikhlaash, Al-Falaq dan An-Naas.
Dibaca 3x ketika pagi dan sore. "Barangsiapa yang membacanya tiga kali ketika pagi dan ketika sore maka dia akan dicukupi dari segala sesuatu." (HR. Abu Dawud 4/322, At-Tirmidziy 5/567, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/182)
4. Membaca:
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Jika sore hari membaca:
أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ ... رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا ...
Dibaca sekali. (HR. Muslim 4/2088 no.2723 dari 'Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu)
5. Membaca:
اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ
Jika sore hari membaca:
اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
Dibaca sekali. (HR. At-Tirmidziy 5/466, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/142)
6. Membaca:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Dibaca sekali ketika pagi dan sore. "Barangsiapa yang mengucapkannya dalam keadaan yakin dengannya ketika sore hari lalu meninggal di malam harinya, niscaya dia akan masuk surga. Dan demikian juga apabila di pagi hari." (HR. Al-Bukhariy 7/150)
7. Membaca:
اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ. اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
Dibaca 3x ketika pagi dan sore. (HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42, An-Nasa`iy di dalam 'Amalul Yaum wal Lailah no.22 dan Ibnus Sunniy no.69, serta Al-Bukhariy di dalam Al-Adabul Mufrad dan dihasankan sanadnya oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz di dalam Tuhfatul Akhyaar hal.26)
8. Membaca:
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنَّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِيْ دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ، وَآمِنْ رَوْعَاتِيْ، اللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ، وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Dibaca sekali ketika pagi dan sore. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, lihat Shahih Ibnu Majah 2/332)
9. Membaca:
اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا، أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
Dibaca sekali ketika pagi dan sore. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidziy, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/142)
10. Membaca:
بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Dibaca 3x ketika pagi dan sore. "Barangsiapa yang mengucapkannya tiga kali ketika pagi dan tiga kali ketika sore, tidak akan membahayakannya sesuatu apapun." (HR. Abu Dawud 4/323, At-Tirmidziy 5/465, Ibnu Majah dan Ahmad, lihat Shahih Ibnu Majah 2/332)
11. Membaca:
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
Dibaca 3x ketika pagi dan sore. "Barangsiapa yang mengucapkannya tiga kali ketika pagi dan ketika sore maka ada hak atas Allah untuk meridhainya pada hari kiamat."
Boleh juga membaca:
... وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً
(HR. Ahmad 4/337, An-Nasa`iy di dalam 'Amalul Yaum wal Lailah no.4 dan Ibnus Sunniy no.68, Abu Dawud 4/418, At-Tirmidziy 5/465 dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz di dalam Tuhfatul Akhyaar hal.39)
12. Membaca:
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ
Dibaca sekali ketika pagi dan sore. (HR. Al-Hakim dan beliau menshahihkannya serta disepakati oleh Adz-Dzahabiy 1/545, lihat Shahih At-Targhiib wat Tarhiib 1/273)
13. Membaca:
أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ الإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Jika sore hari membaca:
أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ ...
Dibaca sekali. (HR. Ahmad 3/406, 407, Ibnus Sunniy di dalam 'Amalul Yaum wal Lailah no.34, lihat Shahiihul Jaami' 4/209)
14. Membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Dibaca 100x ketika pagi dan sore. "Barangsiapa yang membacanya seratus kali ketika pagi dan sore maka tidak ada seorang pun yang datang pada hari kiamat yang lebih utama daripada apa yang dia bawa kecuali seseorang yang membaca seperti apa yang dia baca atau yang lebih banyak lagi." (HR. Muslim 4/2071)
15. Membaca:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Dibaca 10x. (HR. An-Nasa`iy di dalam 'Amalul Yaum wal Lailah no.24, lihat Shahih At-Targhiib wat Tarhiib 1/272)
Atau dibaca sekali ketika malas/sedang tidak bersemangat. (HR. Abu Dawud 4/319, Ibnu Majah, Ahmad 4/60, lihat Shahih Abu Dawud 3/957 dan Shahih Ibnu Majah 2/331)
16. Membaca:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Dibaca 100x ketika pagi. "Barangsiapa yang membacanya seratus kali dalam sehari maka (pahalanya) seperti membebaskan sepuluh budak, ditulis untuknya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus kesalahan, dan dia akan mendapat perlindungan dari (godaan) syaithan pada hari itu sampai sore, dan tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada apa yang dia bawa kecuali seseorang yang mengamalkan lebih banyak dari itu." (HR. Al-Bukhariy 4/95 dan Muslim 4/2071)
17. Membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
Dibaca 3x ketika pagi. (HR. Muslim 4/2090)
18. Membaca:
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Dibaca sekali ketika pagi. (HR. Ibnus Sunniy di dalam 'Amalul Yaum wal Lailah no.54, Ibnu Majah no.925 dan dihasankan sanadnya oleh 'Abdul Qadir dan Syu'aib Al-Arna`uth di dalam tahqiq Zaadul Ma'aad 2/375)
19. Membaca:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Dibaca 100x dalam sehari. (HR. Al-Bukhariy bersama Fathul Baari 11/101 dan Muslim 4/2075)
20. Membaca:
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Dibaca 3x ketika sore. "Barangsiapa yang mengucapkannya ketika sore tiga kali maka tidak akan membahayakannya panasnya malam itu." (HR. Ahmad 2/290, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/187 dan Shahih Ibnu Majah 2/266)
21. Membaca:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
Dibaca 10x ketika pagi dan sore. "Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku ketika pagi sepuluh kali dan ketika sore sepuluh kali maka dia akan mendapatkan syafa'atku pada hari kiamat." (HR. Ath-Thabraniy dengan dua sanad, salah satu sanadnya jayyid, lihat Majma'uz Zawaa`id 10/120 dan Shahih At-Targhiib wat Tarhiib 1/273)
Inilah di antara dzikir-dzikir yang disunnahkan dibaca ketika pagi dan sore. Ada juga bacaan yang lainnya akan tetapi kebanyakan sanadnya dha'if sebagaimana yang dijelaskan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy dan Asy-Syaikh Salim Al-Hilaliy. Walaupun tidak menutup kemungkinan sebagiannya ada yang shahih.
Lafazh-lafazh dzikir ini belum diterjemahkan mengingat terbatasnya tempat. Bagi yang ingin melihat terjemahan dan keterangannya bisa dilihat dalam "Perisai Seorang Muslim: Doa dan Dzikir dari Al-Qur`an dan As-Sunnah".
Keutamaan Shalat Isyraaq
Dengan membaca dzikir-dzikir tersebut kita bisa mengamalkan sunnah yang lainnya yaitu shalat isyraaq (shalat ketika telah terbitnya matahari sekitar 15-20 menit). Hal ini dijelaskan dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِيْ جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللهَ تَعَالَى حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، كَانَتْ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ، تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
"Barangsiapa yang shalat shubuh dengan berjama'ah kemudian dia berdzikir kepada Allah Ta'ala sampai terbitnya matahari lalu dia shalat dua raka'at, maka pahalanya seperti pahala berhaji dan 'umrah, sempurna, sempurna, sempurna." (HR. At-Tirmidziy no.591 dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy di dalam Shahih Sunan At-Tirmidziy no.480, Al-Misykat no.971 dan Shahih At-Targhiib no.468, lihat juga Shahih Kitab Al-Adzkaar 1/213 karya Asy-Syaikh Salim Al-Hilaliy)
Betapa besarnya keutamaan amalan tersebut! Selayaknya bagi kita untuk melaksanakannya semaksimal mungkin. Jangan sampai terlewat pahala yang begitu besar ini. Jangan sampai waktu kita terbuang untuk ngobrol kesana kemari yang sifatnya mubah sehingga hilanglah kesempatan mendapatkan pahala yang besar ini. Konsentrasikanlah setelah shalat shubuh dengan dzikir. Dzikir setelah shalat subuh dilanjutkan dengan dzikir pagi sampai selesai. Kemudian membaca Al-Qur`an atau muraja'ah hafalan sampai terbit matahari sekitar 15-20 menit. Setelah itu kita shalat dua raka'at yang diistilahkan dengan shalat isyraaq (jangan shalat ketika tepat matahari terbit, karena hal ini dilarang di dalam syari'at).
Janganlah waktu ini disibukkkan dengan urusan lain yang kurang penting. Kecuali amalan lain yang mempunyai keutamaan yang besar seperti ta'lim atau urusan lainnya yang sifatnya sangat urgen dan mendesak. Mudahan-mudahan kita mendapatkan pahala yang besar ini sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits tersebut. Aamiin. Wallaahu A'lam.
Maraaji': Hishnul Muslim karya Asy-Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf Al-Qahthaniy, Shahih Kitab Al-Adzkar wa Dha'ifuhu, Syarh Riyadhush Shalihin bab Adz-Dzikr 'indash Shabah wal Masa`, dan Al-Kalimuth Thayyib karya Ibnu Taimiyah.
Telah ditanyakan kepada as Syaikh Abu Yaasir Khalid Ar Raddadiy (hafidhahumallah)
Pertanyaan Langsung via Telepon
Melalui: al-Ustadz Abu Abdirrahman Muhammad Wildan, Lc.
dari Sekretariat Yayasan Anshorus Sunnah, Batam
tentang Hukum Menikahi Wanita Hamil Karena Berzina
- Tanya :
Apakah sah pernikahan seorang wanita yang hamil karena zina dengan laki-laki yang berzina dengannya atau dengan selain laki-laki yang berzina dengannya ?
س : السلام عليكم
ج : وعليكم السلام
س : معذرة يا شيخنا انقطع الخط.
س : هل يصح نكاح المرأة الحامل من الزنا بمن زنى بها أو بغير من زنى بها ؟
ج : هل يصح نكاح من ؟
س : هل يصح نكاح المرأة الحامل من الزنا بالرجل الذي زنى بهذه المرأة أو بغير الرجل الذي زنى بهذه المرأة ؟
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
- Jawab (Syaikh Kholid ar Raddaadiy) :
Permasalahan ini berkaitan dengan pernikahan seorang laki-laki dengan wanita yang hamil karena zina, baik itu dengan laki-laki yang menzinainya atau dengan selain laki-laki yang menzinainya, maka permasalahan ini mengandung hal-hal sebagai berikut:
Pertama:
Bagi wanita yang berzina ini Allah Azza wa Jalla berfirman dalam surat An~Nuur : 3 [سورة النور]
. الزَّانِي لَا يَنكِحُ إلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
Artinya:
Laki-laki yg berzina itu tidak menikahi kecuali wanita yg berzina atau wanita musyrikah. Dan wanita yang berzina itu tidak dinikahi kecuali oleh laki-laki yg berzina atau seorang laki-laki yang musyrik dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang beriman (Surat An-Nuur : 3)
Apabila kita membaca ayat yang mulia ini yang Allah akhiri ayat ini dengan “ dan hal itu diharamkan bagi orang-orang beriman ", maka kita bisa simpulkan dari hal ini satu hukum, yaitu HARAMNYA menikahi wanita yang berzina dan HARAMNYA menikahkan laki-laki yang berzina.
Artinya, seorang wanita yang berzina itu tidak boleh bagi orang lain yaitu bagi laki-laki lain untuk menikahinya dan bahwa seorang laki-laki yang berzina itu tidak boleh bagi seseorang untuk menikahkan anak perempuannya dengannya.
Dan apabila kita mengetahui hal tersebut dan bahwa hal itu diharamkan bagi orang-orang yang beriman, maka sesungguhnya orang yang melakukan perbuatan yang keji ini kondisi / keadaanya tidak terlepas dari keadaan orang yang mengetahui haramnya perbuatan tersebut, namun ia tetap menikahi wanita itu dikarenakan dorongan hawa nafsu dan syahwatnya, maka pada saat seperti itu, laki-laki yang menikahi wanita yang berzina itu juga tergolong sebagai seorang pezina sebab ia telah melakukan akad yang diharamkan yang ia meyakini keharamannya.
Dari penjelasan ini jelaslah bagi kita tentang hukum haramnya menikahi wanita yang berzina dan tentang haramnya menikahkan laki-laki yang berzina.
Jadi, hukum asal dalam menikahi seorang wanita yang berzina itu adalah tidak boleh dinikahi kecuali oleh laki-laki yang berzina pula. Iya, ada diantara para ulama yang memfatwakan, apabila seorang laki-laki berzina dengan seorang wanita dan laki-laki ini bermaksud untuk menikahi wanita tersebut, maka wajib bagi keduanya untuk bertobat kepada Allah Azza wa Jalla. Kemudian hendaknya kedua orang tersebut melepaskan dirinya dari perbuatan yang keji ini dan ia bertobat atas perbuatan keji yang telah dilakukannya dan bertekad untuk tidak kembali kepada perbuatan itu serta melakukan amalan-amalan yang shalih.
Dan apabila laki-laki tersebut berkeinginan untuk menikahi wanita itu, maka ia wajib untuk membiarkan wanita itu selama satu masa haid yaitu 1 bulan, sebelum ia menikahi atau melakukan akad nikah terhadapnya. Apabila kemudian wanita itu ternyata hamil, maka tidak boleh baginya untuk melakukan akad nikah kepadanya kecuali setelah wanita tersebut melahirkan anaknya.
Hal ini berdasarkan larangan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, " Seseorang untuk menyiramkan airnya ke sawah atau ladang orang lain", dan ini adalah bahasa kiasan, yaitu menyiramkan maninya kepada anak dari kandungan orang lain.
(Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Albani dalam “Shahih Sunan Abu Dawud” hadits nomor 2158)
ج : نعم، هذه المسألة بالنسبة لنكاح الرجل بالمرأة الحامل من الزنا بمن زنى بها أو بغير من زنى بها، فانها تتضمن ما يلي : عليه أولا هذه المرأة الزانية
يقول الله عز وجل : (الزاني لا ينكح الا زانية أو مشركة والزانية لا ينكحها الا زان أو مشرك وحرم ذلك على المؤمنين ). اذا قرأنا هذه الآية
الكريمة التي ختمها الله بقوله ( وحرم ذلك على المؤمنين ) أخذنا من هذا حكما وهو تحريم نكاح الزانية وتحريم نكاح الزاني بمعنى أن الزانية
لا يجوز للانسان أن يتزوجها وأن الزاني لا يجوز للانسان أن يزوجه ابنته واذا عرفنا ذلك وحرم ذلك على المؤمنين فان من ارتكب هذا الجرم
فلا يخلو اما أن يكون ملتزما بالتحريم عالما به ولكنه تزوج بمجرد الهوى والشهوة فحينئذ يكون زانيا لأنه عقد عقدا محرما يعتقده محرما ملتزما
بتحريمه. نعم. و يعني من خلال هذا يتبين لنا كما قلنا من هذه الآية حكم تحريم نكاح الزانية وتحريم كذلك نكاح الزاني كونه زنى بها هو الذي
زنى بها أراد أن يتزوجها أو كونه شخص آخر فالأصل في النكاح أنه لا ينكح الزانية الا زان مثله اذا زنى بها كان زانيا مثله. نعم هناك من يفتي
يقول مثلا اذا كان زنى بها وأراد أن يتزوجها فان عليهما أن يتوبا الى الله أولا فيقلعا عن هذه الجريمة. هذا اذا كان هو زنى بها…… على ما حصل
منهما من فعل الفاحشة وأن لا يعود اليها وهي كذلك و …… من الأعمال الصالحة واذا أراد أن يتزوجها وجب عليه أن يستبرئها بحيضة حتى
لو زنى بها يستبرئها بحيضة قبل أن يعقد عليها النكاح. وان تبين حملها لم يجز له العقد عليها - وإلا كما قلت أنت انها حامل- لا يجوز له العقد عليها
الا بعد أن تضع حملها… لنهي النبي صلى الله عليه و سلم أن يسقي الانسان ماءه زرع غيره. والله أعلم
س : إذن في تلك الصورتين لا يجوز.
ج : لا يجوز، نعم لا اذا كان هو زنى بها وأراد أن يتزوجها وبينا وفصلنا في هذا.
س : جزاكم الله خيرا يا شيخنا. بقي عندي سؤالان من أبي المنذر اتصل بي اليوم وطلب مني أن أسألكم هذين السؤالين
Pengikut
Daftar Blog Saya
-
سيدتي الجميلة خليكى شباب على طول مع مجموعات النوفادج الخطيرة التواصل واتساب 01204022568 - حقوق الطبع والنشر محفوظة لللمهندس الزراعي ماجد بديع أبوموسي ومن يخالف ذلك يتعرض للمسائلة القانونية والجنائية [[ This is a content summary only. Visit my we...6 tahun yang lalu
-
tips-trik beli PC ( desktop atau laptop) - Bagi kamu-kamu yang pengen beli laptop ataupun desktop, perlu tau bagaimana laptop yang bagus/layak untuk kamu pakai sesuai kebutuhan kamu...ni saya kasih ...15 tahun yang lalu
-
eter - 1. ALKANAKegunaan alkana :a. Bahan Bakar : elpiji, kerosin, bensin, dan solar.b. Pelarut : ptrolium eter dan nafta digunakan sebagi pelarut dalam industri ...17 tahun yang lalu
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-

